Selasa, 15 November 2011

Daerah Rawan Banjir di Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan daftar daerah rawan banjir di Jakarta pada bulan November ini. Sebagian besar daerah di Jakarta berpotensi rendah pada bulan November ini. Akan tetapi, status tersebut akan meningkat pada dua bulan ke depan.
banjir di jakarta
Alex Pangestu
Di Jakarta Barat, banjir berpotensi terjadi di Cengkareng, Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, Taman Sari, dan Kalideres. Sementara di Jakarta Selatan, daerah berstatus rawan banjir adalah Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, serta Tebet.
Daerah rawan banjir di Jakarta Timur termasuk Cakung, Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, dan Pulo Gadung. Di Jakarta Utara: Koja, Kelapa Gading, Cilincing, Pademangan, Penjaringan, dan Tanjung Priok merupakan daerah rawan banjir. Sementara itu di Jakarta Pusat, daerah rawan banjir adalah Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang.
Peta Status Jakarta November
Peta Daerah Rawan Banjir Jakarta, November 2011/BMKG
Di bulan Desember, status “rendah” hampir di seluruh daerah, kecuali Jakarta Barat, berubah menjadi “menengah”. Sementara di bulan Januari 2012, status seluruh daerah yang sekarang “rendah” ini meningkat menjadi status “tinggi”.
(Baca: Siapkan Rumah Hadapi Musim Hujan)
Menurut BMKG, status tersebut meningkat mengingat curah hujan di Jakarta masih terus naik hingga memasuki musim hujan pada Januari 2012. “Musim hujan dimulai pada Januari hingga Maret dengan intensitas hujan lebat dan berdurasi lama. Kondisi itu tentu berpotensi mengakibatkan bencana banjir,” jelas BMKG.
Kepala Sub Bidang Informasi Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Ribudiyanto berpendapat bahwa seharusnya pejabat pemerintahan sudah siap dan tidak panik karena persoalan banjir di Jakarta adalah masalah klasik. Sementara itu kepada Seputar Indonesia, Sofyano Zakarya, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menilai pemerintah pusat dan daerah kurang siap menghadapi banjir di Jakarta. “Pemerintah sepertinya puas setelah menyelesaikan banjir Kanal Timur dan rencana pembuatan danau. Seharusnya, pemerintah juga memperluas daerah resapan air di Jakarta,” katanya. Saat ini, hanya 26 persen curah hujan yang dapat diserap sehingga bahaya banjir tetap mengancam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya