Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2014

THE MUSLIM' SHOW Indonesia

۩ ۩

Facebook/MuslimShowIndonesia

(Insya Alloh bakal TS update terus, mohon doa dan dukungannya)

Quote:UPDATE #2:post #10
UPDATE #1:ada di post #9


Quote:Sebuah serial komik tentang kehidupan kaum Muslim di zaman modern ini yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh tim THE MUSLIM' SHOW Indonesia di Facebook.

Dibuat pada tahun 2009 oleh Noredine Allam, Greg Bllondin and Karim yg kemudian produksinya dilakukan oleh BDouin Publishing (PERANCIS).


Quote:Kamis, 21 November 2013 pukul 06.19


Quote:Kamis, 21 November 2013 pukul 09.44


Quote:Senin, 25 November 2013 pukul 17.37


Quote:Senin, 25 November 2013 pukul 18.17


Quote:Rabu, 27 november 2013 pukul 15.13


Quote:Jum'at, 29 November 2013 pukul 11.28

Quote:Senin, 2 Desember 2013 pukul 15.50


Quote:Rabu, 4 Desember 2013 pukul 13.48

Quote:Jum'at, 6 Desember 2013 pukul 11.07


Quote:Senin, 9 Desember 2013 pukul 15.57

Quote:TS akui emang kalo dibandingin sama total karya ASLI (masih berbahasa Inggris) sama yang udah diterjemahin jumlahnya beda jauh.

Sehingga kalo ada yg berkenan untuk membantu tim sebagi translator, silahkan langsung hubungi admin FP THE MUSLIM' SHOW Indonesia di Facebook.

Jazakumulloh Khoir

Minggu, 28 Juli 2013

Bubur Khas Ramadhan dari berbagai daerah di Indonesia

Di setiap bulan Ramadhan, pastinya banyak sekali menu-menu berbuka puasa yang khas dari daerah-daerah di Indonesia, salah satunya yaitu menu bubur. Tradisi membagi bubur telah lama ada sejak ratusan tahun yang lalu dan umumnya tradisi ini digelar dalam kawasan masjid-masjid kuno di sejumlah daerah.

Berikut beberapa bubur yang khas di bulan Ramadhan :

1. Bubur Samin
Spoilerfor Bubur Samin: 

Tepatnya di Masjid Daarussalam yang terletak di Desa Jayengan, Serengan, Solo Jawa Tengah memiliki cara sendiri untuk berbuka puasa, yakni dengan memasak bubur samin secara berjamaah dan membagikannya secara gratis kepada warga sekitar menjelang buka puasa.
Bubur yang menggunakan minyak samin untuk membuat bubur ini terasa sedap, dan kemudian dijadikan nama untuk bubur ini adalah makanan buka puasa yang sudah dijalankan dari turun temurun.
Bubur ini sudah ada sejak lebih kurang 70 tahun silam. Berawal dari rantaun anak Banjar ke Solo untuk berdagang, mereka menetap dan membuat tradisi buka puasa bersama pada saat Ramadhan, hingga terciptalah bubur samin dari masa ke masa.
yang menjadi ciri khas bubur ini adalah terbuat dari potongan daging sapi, rerempahan dan sayuran, susu, dan beras. Diolah dalam wajan yang besar, beras, susu, rerempahan dan daging sapi dimasak hingga matang yang dilakukan oleh minimal 3 orang pria muslim.
Selain nikmat saat disantap berbuka puasa bersama, bubur ini memiliki kandungan vitamin yang sangat banyak untuk mengembalikan stamina tubuh.


2. Bubur Mudhor
Spoilerfor Bubur Mudhor: 

Disebut bubur muhdhor karena menu ini dibuat di halaman Masjid Muhdhor yang terletak di Jalan Pemuda, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Kota Tuban, Jawa Timur. Uniknya, bubur ini dimasak oleh koki yang semuanya laki-laki. Mereka adalah sekira 6-10 warga keturunan Arab yang memasak menu ini mulai pukul 13.00 WIB.
Bubur muhdhor dibuat dari beras biasa, dicampur bumbu gulai, santan, dan rempah rempah. Untuk membuat muhdhor, beras yang dibutuhkan setiap harinya mencapai 30 kilogram.
Menurut takmir Masjid Al Muhdhor, Agil Al Bunumay, pembuatan bubur khas Timur Tengah ini merupakan tradisi tahunan setiap bulan Ramadan, yang sudah di lakukan turun-temurun sejak sebelum Indonesia merdeka.
Saat itu, warga Indonesia masih dalam kondisi sengsara dan hidup serba kekurangan. Bubur ini dibagikan secara gratis kepada siapa saja yang menginginkannya, termasuk musholla dan masjid yang dekat dengan Masjid Al Mudhor


3. Bubur India
Spoilerfor Bubur India: 

Bubur dengan rasa gurih dan berasa seperti gulai itu bisa ditemui sepanjang ramadhan di masjid Jami' Pekojan. Masjid Jami tertua di semarang yang berada dijalan Pekojan di sebuah sudut kampung Petolongan, Purwodinatan, Semarang Tengah.
Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain, beras (minimal 14 Kilogram dan maksimal 20 Kg), Kelapa sesuai hitungan beras (jik 14 KG maka 14 butir), bawang merah, bawang putih, onclang, serai, jahe, kayu manis, hingga penyedap rasa. Penyajiannya biasanya dicampur sayur lodeh atau gulai kambing.
Masjid Jami ini telah lama menyajikan takjil puasa dengan membuat bubur India, tradisi itu sudah ratusan tahun lalu. Saat pedagang dari Gujarat (India) datang ke Semarang, mereka mendirikan pemukiman muslim. Tidak hanya itu, para orang india pun mendirikan masjid.
Berawal dari itulah, bubur india dikenal. Tradisi dari India dibawa dan dikenalkan ke masyarakat pribumi saat itu. Lalu diwariskan ke pengurus masjid. Semenjak itulah, tradisi itu tidak pernah luntur hingga sekarang.


4. Bubur Suruh
Spoilerfor Bubur Suruh: 

Bubur suruh ini tentu saja bukan bubur biasa. Cita rasa yang membedakan: sedikit pedas bercampur gurih. Ala masakan Arab atau India seperti kari. Bubur suruh ini sepintas mirip bubur jagung. Berwarna kuning kecokelatan. Bahan pembuatnya, tepung beras, santan kelapa, bumbu gurih, kayu manis, balungan (tulang sapi dengan sedikit daging), dan lemak.
Bubur ini dibuat dan dibagikan gratis di kompleks makam Sunan Bonang, di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban, Jawa Timur. Yang memasak adalah dua orang wanita dengan dibantu seorang pria. Proses memasaknya memakan waktu sekitar dua jam. Lumayan lama dibanding saat pembagian yang hanya perlu waktu kurang dari 20 menit untuk menghabiskan tanpa sisa.
Tak jelas entah sejak kapan tradisi bubur suruh ini mulai diadakan di Makam Sunan Bonang. Yang jelas, tradisi itu sudah ada sejak lama. Meniru tradisi konsumsi bubur berasa gurih, yang biasa dilakukan di negara-negara Jazirah Arab. Di sana bubur semacam ini disebut dengan bubur harizah.
Tradisi temurun ini dilakukan masyarakat Tuban setiap tahun, sejak awal hingga berakhirnya Ramadan. Mereka tidak hanya memasak untuk kalangan sendiri, tapi juga membagikannya pada siapa saja yang datang, termasuk wisatawan. Nama bubur suruh itu pun diambil dari waktu pembagian bubur menjelang senja. Dalam bahasa Jawa disebut dengan surup, yang kemudian menjadikan bubur ini disebut dengan bubur surup.
Frase bubur surup, seiring dengan berjalannya waktu kemudian berganti karena warga lebih mudah menyebutnya dengan nama bubur suruh.


5. Bubur Asyura
Spoilerfor Bubur Asyura: 

Bubur Asyura dikenal juga dengan bubur lambuk. Bubur ini bisa ditemui di Tanjung Uma, Batam. Bubur yang terbuat dari beras, santan cair, santan kental, garam, daun salam, ikan bilis, serta wortel tersebut, konon ceritanya, lahirnya nama bubur tersebut berawal dari peritiwa 10 Muharram yang erat kaitannya dengan Hari Asyura.
Berawal dari angka 10 tersebut, maka dalam membuat ramuan bubur Asyura, campuran ramuan hendaklah terdiri daripada 10 jenis bahan makanan, jangan dikurang dan jangan dilebih. Jika tidak, ia tidak dinamakan bubur Asyura. Sebenarnya bubur ini khas melayu sehingga dapat ditemui juga di negara Malaysia dan sekitarnya.
Berbeda dengan daerah lain, tradisi bubur ini dilestarikan warga Tanjung Uma, Batam, Dalilah Harap bersama keluarganya. Setiap hari dirinya yang juga dibantu para kerabat memasak sekitar 10kg beras untuk membuat bubur Asyura dan dibagikan ke warga sekitar secara gratis.


6. Bubur Pedas
Spoilerfor Bubur Pedas: 

Bubur pedas adalah masakan khas etnis Melayu, Sumatra Utara. Meski demikian, bubur pedas ini juga dikenal di sebagian daerah Kalimantan dan Malaysia dengan resep yang berbeda. Makanan itu dimasak dengan santan dan bumbu yang sebelumnya sudah disangrai. Bumbu ini terdiri atas beras, ramuan rempah, di antaranya temu kunci, temu mangga, adas manis, dan jintan, kacang-kacangan dan jagung, serta daun-daunan yang dipercaya baik untuk kesehatan.
Selain itu, masih ditambah kepala ikan kakap, serta ikan teri. Ada juga yang menambahkan daging segar dan bermacam ikan.
Makanan tersebut sama sekali tidak ada cita rasa pedas, tetapi panas. Rasa hangat muncul saat makanan ini melewati tenggorokan yang kemungkinan menjadi alasan mengapa disebut bubur pedas.
Bubur pedas menjadi kuliner khas Ramadhan. Sejumlah masjid besar di Medan dan kota-kota kecil di Sumatra Utara, seperti Binjai, Tanjung Pura, Deli Serdang, dan Tanjung Balai, menyediakan bubur pedas sebagai santapan berbuka puasa. 


7. Bubur Kanji Rumbi
Spoilerfor Bubur Kanji Rumbi: 

Bubur Kanji Rumbi adalah makanan khas Aceh yang hanya dapat dijumpai pada bulan suci Ramadhan, diracik dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan daun serai. Selama bulan Ramadhan pengurus Masjid Raya Baiturrahman, menyediakan menu tradisional bubur Kanji Rumbi untuk berbuka puasa bagi warga dan para musafir.


8. Bubur Gandum
Spoilerfor Bubur Gandum: 

Bubur Gandum atau bubur kuning menjadi cirikhas saat Ramadhan dikampung arab Bondowoso,Jawa Timur. Ratusan kepala keluarga di daerah itu rata-rata menyiapkan sajian istimewa ini. Bubur ini sengaja mereka siapkan untuk santapan berbuka yg biasaya diberikan kepada para jemaah yang hendak berbuka puasa di masjid maupun di rumah sendiri. 


9. Bubur Sabilal
Spoilerfor Bubur Sabilal: 

Bubur Sabilal ini merupakan salah satu bubur khas Ramadhan dari Banjarmasin. Bubur sop dengan bahan-bahan beras, kentang, wortel, daging, telur, ayam iris, rempah-rempah dan minyak samin memang ikon menu berbuka puasa Masjid Sabilal Muhtadin sejak tahun 80-an.
Hj Sabah merupakan tokoh utama di balik layar keberadaan Bubur Sabilal ini yang dibantu mertuanya Hj Badariah di kediaman di Jalan Antasan Kecil Timur RT 11 Banjarmasin. Ibu mertuanya Hj Badariah adalah orang pertama yang dipercaya petugas Masjid Sabilal untuk menyiapkan hidangan berbuka untuk jamaah masjid terbesar di Kalimantan Selatan ini.
Selain melayani kebutuhan jamaah Masjid Sabilal, dua masjid dan sebuah mushalla (langgar) di Kota Banjarmasin juga memesan bubur buatan Sabah sebagai menu berbuka puasa bagi para jamaahnya.


10. Bubur Ayam Al Jihad
Spoilerfor Bubur Ayam Al Jihad: 

Bubur Al jihad merupakan bubur khas Ramadhan dari Banjarmasin yang lain yang disediakan di Masjid Al Jihad yang terletak di Jalan Cempaka Besar Banjarmasin. Sudah puluhan tahun mereka menyediakan hidangan untuk jemaah dan umum yang ingin berbuka puasa. Penyajian Bubur nasi khas Masjid Al jihad ini ditambah juga ayam dan telurnya.


Karena keterbatasan TS, mungkin masih banyak lagi Bubur yang khas untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan ini...

Spoilerfor Sumber: 
diolah dari berbagai sumber

Kamis, 25 Juli 2013

8 Masjid megah di negara mayoritas Non-muslim

1. Masjid Akhmad Kadyrov - Grozny,Republik Chechnya
Spoilerfor Gambar: 





Spoilerfor Deskripsi: 

Masjid Ahmad Kadyrov terletak di Grozny, Ibu Kota Republik Chechnya. Berada di Pegunungan Kaukasus belahan utara, Republik Chechnya masih merupakan bagian dari Federasi Rusia. Masjid Ahmad Kadyrov adalah salah satu masjid terbesar di Rusia dan juga Eropa. Dalam sekali waktu, masjid yang didirikan di atas lahan seluas 14 hektar ini dapat mengakomodasi lebih dari 10.000 jamaah. Nama masjidnya sendiri diambil dari nama Presiden Chechnya terdahulu, yaitu Ahmad Kadyrov yang tewas terbunuh pada tahun 2004. Beliau merupakan ayah dari Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya saat ini.

Masjid Ahmad Kadyrov dikelilingi oleh beberapa fasilitas penunjang seperti perpustakaan, taman, gedung konferensi, pusat administrasi, gedung mufti, madrasah, asrama, dan universitas Islam. Pembangunan kompleks masjid yang menghabiskan dana sebesar 20 juta US Dollar ini dibiayai oleh Pemerintah Rusia. Setelah tiga tahun proses pengerjaannya, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dan Ramzan Kadyrov selaku Presiden Chechnya meresmikan Masjid Ahmad Kadyrov pada tanggal 17 Oktober 2008, bertepatan dengan hari pertama penyelenggaraan sebuah konferensi internasional bertajuk ‘Islam: Agama Perdamaian’. Konferensi ini bertujuan untuk membahas dan mempromosikan toleransi, kedamaian, kemajuan, serta kebenaran dalam ajaran Islam untuk melawan ekstrimisme dan fanatisme. Perwakilan dari 28 negara, 200 lebih tokoh Islam, dan ribuan umat Muslim menghadiri acara peresmian masjid dan konferensi internasional tersebut.
SUMBER


2. Masjid Baitul Futuh - London,Inggris
Spoilerfor Gambar: 





Spoilerfor Deskripsi: 

Masjid terbesar di Eropa Barat dianggap sebagai pusat keagamaan abad ke-21. Masjid yang berada di Morden, London selatan, ini dapat menampung hingga 10.000 jamaah dan dibangun dengan biaya sebesar 15 juta poundsterling.

Masjid agung ini dihiasi kubah 15,5 m dan menara setinggi 35 m. Gedung ibadah super megah ini ternyata dibangun di bekas pabrik pembotolan susu di luar pusat kota.

Masjid utama dapat menampung sekitar 6.000 jamaah dan bangunan tambahan dapat dipenuhi oleh 4.000 jamaah sekaligus.

Dana yang terkumpul untuk proyek ini didapat dari sumbangan kecil komunitas Ahmadi dan beberapa kontribusi orang luar. Total biaya pembangunan masjid mulai tahun 2001 mencapai 15 juta pounsterlling. Nggak kebayang deh gimana megahnya!

Komunitas Muslim Ahmadiyyah sendiri didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad di Qadian, India, pada bulan Maret 1889 silam. Kini Anda bisa menemukan para muslim Ahmadiyah yang menyebar ke 174 negara, dengan 200 juta pengikut dari seluruh dunia.
SUMBER


3. Masjid ICoA(Islamic Center of America), Dearborn, Michigan – U.S.A
Spoilerfor Gambar: 






Spoilerfor Deskripsi: 

Dearborn - Penduduk Muslim memang tidak banyak di AS, tapi ini bukan berarti negara adidaya ini tidak memiliki masjid megah. Berkunjunglah ke Islamic Center of America. Inilah masjid paling megah di AS.

Mungkin selama ini tidak banyak yang tahu kalau AS memiliki tempat ibadah umat Muslim yang cukup megah. Berada di 19500 Ford Road, Dearborn, Michigan, Islamic Center of America (ICoA) berdiri dengan megah dan gagahnya. Ini adalah masjid sekaligus pusat kegiatan umat Muslim terbesar di AS.

Ternyata, Islamic Center of America bukan sekadar tempat untuk belajar agama saja, tetapi juga tempat ibadah yang ramai dikunjungi umat Muslim. Kawasan Islamic Center of America berdiri di atas tanah seluas 21.000 m2. Tak heran kalau ICoA disebut-sebut sebagai masjid paling megah di AS.

Dilihat dari kejauhan, Masjid ICoA tampak begitu anggun dengan rerumputan hijau yang menjadi karpet alami. Anda pun bisa menikmati sejuknya udara sambil duduk-duduk di taman.

Masjid ICoA semakin megah dengan kubah kuning besar yang menjadi atapnya. Dua buah menara tinggi besar seolah menjadi pengawal masjid yang setia. Pintu kayu besar penuh ukiran cantik pun menjadi gerbang selamat datang bagi setiap muslim.

Masuk ke dalam, Anda bisa melihat ruang ibadah ICoA yang sangat luas. Karpet empuk menghiasi lantainya. Banyak umat Muslim AS yang menghabiskan waktu dengan membaca Al Quran di sana.

Jika menengok ke sejarahnya, Islamic Center of America (ICoA) ternyata sudah berdiri sejak tahun 1963 dan menjadi salah satu institusi tertua yang ada di Amerika Utara, seperti yang ditulis situs resmi Islamic Center of America, Kamis (2/8/2012). Banyak umat Muslim Amerika yang datang ke tempat ini untuk mendalami ilmu agama.

Ya, ICoA memang sengaja dibuat untuk dakwah Islam di Negeri Paman Sam. Di sini, umat Muslim yang ingin beribadah dan belajar agama Islam atau pun yang ingin mengetahui budaya Arab, bisa datang langsung. Ada banyak guru yang bersedia menjawab segala pertanyaan Anda.

Berbagai fasilitas juga tersedia di Masjid ICoA ini, seperti ruang pertemuan, kantor, hingga sekolah Islam. Tak heran kalau komplek ini begitu besar mencapai puluhan ribu meter persegi.

Sama seperti masjid lain pada umumnya, ICoA dibuka setiap hari 24 jam. Saat traveling ke AS, Anda bisa menyambangi masjid ini setiap waktu.
SUMBER


4. Masjid Raya Paris (Grande Mosquée de Paris) - Paris Prancis 
Spoilerfor Gambar: 





Spoilerfor Deskripsi: 

REPUBLIKA.CO.ID, Grande Mosque de Paris atau Masjid Raya Paris adalah masjid pertama yang dibangun di Prancis dan merupakan masjid terbesar di negara Eropa Barat tersebut.

Masjid ini didirikan setelah berakhirnya Perang Dunia I sebagai tanda terima kasih Prancis kepada komunitas Muslim di sana yang ikut melawan pasukan Jerman dalam sebuah pertempuran yang berlangsung di daerah perbukitan utara Kota Verdun-sur-Meuse di wilayah bagian utara-timur Prancis pada 1916. Dalam peperangan tersebut, sekitar 100 ribu tentara Muslim tewas.

Seluruh pendanaan masjid yang dibangun di lokasi bekas Rumah Sakit Mercy ini disediakan oleh Pemerintah Prancis. Peletakan batu pertama dilakukan pada 1922.

Pada 15 Juli 1926, bangunan Grande Mosque de Paris diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prancis saat itu, Gaston Doumergue.

Ahmad Al-Alawi (1869-1934), seorang tokoh sufi berdarah Aljazair, ditunjuk sebagai imam shalat pertama sebagai pertanda diresmikannya masjid baru di Kota Paris di hadapan Presiden Doumergue.

Dibangun di atas lahan seluas satu hektare di daerah komunitas Latin (distrik kelima di Paris), Masjid Raya Paris memperlihatkan keagungan sebuah bangunan Islam yang ditunjukkan lewat desain arsitektur dan mozaik-mozaiknya.

Masjid itu memperlihatkan aspek klasik dan perkembangan peradaban seni Islam serta bentuk ajaran yang sangat toleran dan jelas dari agama dan budaya Islam.

SUMBER


5. Masjid King Abdul Aziz , Marbella - Spanyol
Spoilerfor Gambar: 






6. Masjid Jami Ul-Alfar - Colombo, Srilanka
Spoilerfor Gambar: 





Spoilerfor Deskripsi: 

TERLETAK di tengah keramaian dan sentra bisnis di kota Colombo, Srilanka, Masjid Masjid Jami-Ul-Alfar adalah salah satu masjid tertua di Kota Kolombo dan merupakan ikon pariwisata di Ibukota Sri Lanka. Diantara beberapa bangunan di sekitarnya, Masjid Jami-Ul-Alfar sangat mudah dikenali, dengan ciri khas yang seperti kue lapis. Ciri khas desain arsitektur masjid ini adalah ornamen atau dekoratif dinding belang merah dan putih yang menghiasi bagian luar bangunan masjid.

Banyak orang menyebut masjid ini dengan nama Samman Kottu Palli (dalam bahasa Tamil asli), atau Rathu Palliya (dalam bahasa Sinhala), dan Masjid Merah (dalam bahasa Inggris). Berdasarkan catatan, Masjid Jami-Ul-Alfar dibangun pada tahun 1908 dan selesai tahun 1909. Keberadaan masjid ini sendiri bermula dari para saudagar Muslim asal India yang melakukan perjalanan bisnis dan singgah di wilayah Ibukota Sri Lanka saat ini. Bangunan masjid dirancang oleh HL Saibo Lebbe.

Bila dilihat dengan seksama, arsitektur Masjid Jami-Ul-Alfar memperlihatkan kekayaan akan nilai kebudayaan Islam yang dipadu dengan kemegahan bangunan kastil di Inggris. Tidak hanya menampilkan efek 'kue lapis' berwarna merah putih, sang arsitek juga berupaya mengedepankan pola lengkungan (archway) pada bagian atap dinding. Pola archway ini digunakan hampir pada setiap pintu masuk yang menghubungkan bagian halaman dalam masjid dengan ruang tempat shalat di lantai dasar.

Seperti lazimnya bangunan masjid, Masjid Jamiul Alfar ini juga memliki menara. Jumlah keseluruhan menara yang terdapat pada bangunan masjid ini berjumlah 14 buah, terdiri dari dua menara berukuran sedang dan sisanya berukuran kecil.

Pada saat awal dibangun tahun 1908, masjid ini memiliki kapasitas 1.500 jamaah. Namun, seiring dengan perkembangan Islam di Sri Lanka, jumlah jamaah shalat di Masjid Jamiul Alfar terus bertambah. Maka, di tahun 1975, dilakukan perluasan terhadap bangunan masjid, yakni dengan membangun gedung tambahan yang berdekatan dengan bangunan lama masjid. Dengan perluasan tersebut, kini kapasitas keseluruhan bangunan masjid mampu menampung sekitar 5.000 jamaah secara bersamaan.

SUMBER


7. Masjid Jami' - Tokyo,Japan
Spoilerfor Gambar: 








Spoilerfor Deskripsi: 

Masjid Jami Tokyo, atau juga kerap dipanggil dengan Masjid Camii Tokyo --disebut juga Masjid Yoyogi karena letaknya dekat di stasiunn Yoyogi Uehara-- adalah masjid yang telah dibuat perencanaannya sejak tahun 1908, namun baru diselesaikan tahun 1938 oleh Komunitas Turki di Tokyo.

Masjid yang indah ini mengalami kehancuran pada tahun 1986 karena termakan usia setelah sekian lama digunakan. Atas donasi dari Tokyo Turkish Association kepada Republik Tokyo, Masjid Jami Tokyo dibangun kembali menjadi bangunan yang baru di tahun 1998 dan baru selesai di tahun 2000. Pembangunan ini memakan biaya sebelas miliar dolar, dengan kapasitas bangunan untuk 600 orang. Sebetulnya jumlah ini sangatlah tidak seimbang dengan jumlah warga Muslim yang kini mencapai sekitar 100.000, di antaranya yang warga Jepang adalah 3.000 orang.

Masjid ini didesain seorang arsitek dari Turki, Muharrem Hilmi Senalp. Pembangunannya digarap kontraktor lokal Kajima Corporation di bawah koordinasi pihak Turki dan Jepang yang melibatkan ahli dari dua bangsa ini --dan dua keyakinan berbeda-- akhirnya selesai juga. Berdiri megah menjadi pusat dari peradaban Islam di Tokyo, juga dijadikan Pusat Kebudayaan Turki dengan bentuk bangunan bergaya Ottoman-Turki.

Sekilas dari luar, masjid yang terbuat dari marmer ini layaknya Blue Mosque di Istanbul Turki dengan beberapa kubah berwarna biru yang bersusun indah sekali. Arsitektur masjid terlihat menawan. Teras lantai atas dihiasi relung-relung khas arsitektur Turki. Hiasan dalam dinding dan atapnya indah sekali. Posisi masjid yang ada di tepi jalan besar cukup berisik dengan suara kendaraan yang hilir mudik, namun suasana di luar masjid cukup terlindungi dengan rimbunnya pohon-pohon di sekitar masjid yang seakan berusaha melindungi atapnya yang khas. Hanya menara yang terlihat menjulang dan mempermudah siapa saja yang mencarinya.

Seperti tempat-tempat ibadah lainnya di Jepang yang sepi dari pengunjung, dan lebih mirip museum, maka masjid yang satu ini juga minim pengunjung. Di bagian pintu masuk terdapat ruang penyambutan yang dijaga petugas berkebangsaan Turki. Pada sebelah kiri ruang penyambutan terdapat beberapa kursi dan meja yang disusun seperti sebuah restoran. Ceramah di masjid ini dilakukan dalam tiga bahasa, bahasa Jepang, Turki, dan Inggris.

Bagi wanita, wajib hukumnya untuk memakai kerudung sebelum memasuki masjid, walau hanya melihat-lihat saja. Sayangnya tempat berwudhu wanita terletak di lantai dasar dan ruang shalat khusus wanita harus melewati anak tangga melingkar yang sempit. Tempatnya pun tidak terlalu luas, hanya cukup untuk satu shaf, memanjang mengikuti kontur dinding atas.
SUMBER


8. The Mosque of Rome (Masjid Agung Roma) - Roma, Italia
Spoilerfor Gambar: 







Spoilerfor Deskripsi: 

REPUBLIKA.CO.ID,Roma identik dengan Katolik. Tapi siapa yang menyangka jika di ibukota negara Republik Italia itu juga berdiri sebuah masjid megah yang mampu menampung jamaah sekitar 40 ribu orang, yakni Masjid Agung Roma atau yang disebut Grande Moschea. Masjid tersebut merupakan simbol toleransi beragama di Italia, karena lokasinya yang berdekatan dengan kota Vatikan dan Sinagog Yahudi.

Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 30 ribu meter persegi itu menjadi kebanggaan warga Muslim di Italia. Saat ini tercatat warga Muslim menjadi pemeluk agama terbesar kedua di Italia. Data statistik resmi Italia terakhir, yakni tahun 2005, menyebutkan bahwa jumlah Muslim yang tinggal di Italia diperkirakan antara 960 ribu hingga 1,030 juta orang. Sekitar 40 ribu hingga 60 ribu orang di antaranya merupakan warga negara Italia.

Keberadaan masjid di tengah kota Roma itu, tak terlepas dari jasa almarhum Raja Faisal bin Abdul Aziz, pemimpin Saudi Arabia yang meninggal pada 1975. Menurut Raja Faisal, kota Roma, di mana menetap sekitar 40 ribu Muslim pada 1970-an, sudah seharusnya jika memiliki sebuah masjid. Rencana Raja Faisal itu baru teralisasi pada 1974, ketika Presiden Giovanni Leone berkunjung ke Saudi Arabia. Pada pertemuan kedua pemimpin itu, Raja Faisal mengemukakan, rencana pembangunan masjid itu selain sebagai tempat ibadat dan kegiatan umat Islam di Italia, juga bisa dimanfaatkan untuk menjalin hubungan akrab serta dialog antara umat Islam dan Kristen.

Presiden Giovanni menyambut baik usulan Raja Faisal. Bahkan ia berjanji akan menyediakan tanah untuk lokasi pembangunan masjid itu di Roma. Tahun 1975, Presiden Leone dan Walikota Roma, Giulio Carlo Argan, menyumbangkan tanah seluas 30 ribu meter persegi di Roma kepada Pusat Kebudayaan Islam di Italia. Pada 11 Desember 1984, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Roma oleh Presiden Italia saat itu, Alessandro Pertini. Sementara peresmiannya dilakukan pada 23 Muhharam 1416 H atau bertepatan dengan tanggal 21 Juni 1995.

Pertemuan dua kebudayaan

Bangunan Masjid Agung Roma hingga saat ini termasuk salah satu masjid terindah di dataran Eropa. Dari kawasan lembah Tiber, masjid itu tampak menjulang tinggi menyaingi Montenne, sebuah bukit yang sangat subur di utara kota Roma. Masjid ini memiliki enam belas kubah ditambah sebuah kubah besar di tengah yang atasnya dihiasi dengan bulan sabit, serta sebuah menara berbentuk pohon palem setinggi 40 meter.

Desain interior dan kubah yang saling silang menjadi ciri khas masjid karya arsitek Paolo Portoghesi itu. Portoghesi merupakan pemenang sayembara internasional ketika Wali Kota Roma, Giulio Carlo Argan, mengumumkan pembangunan masjid ini pada tahun 1975. Portoghesi juga merupakan dosen sejarah arsitek di Universitas Roma. Ia mulai mengenal dan menghargai arsitektur Islam sejak awal tahun 1970-an, ketika berkunjung ke Jordania, Sudan, Tukia, Mesir, dan Tunisia. Dia juga membuat Masjid Agung Strasbourg di Prancis.

Rancangan Portoghesi untuk ruang utama, misalnya, diambil dari bentuk dan model masjid fase klasik dari arsitektur Islam. Ruang ibadah yang luas dan berbentuk persegi ini, dari pintu didahului oleh halaman yang dikelilingi tembok dan air mancur di tengahnya. Halaman itu dibatasi oleh sebuah taman berupa lajur tipis. Sementara untuk ruang ibadah wanita, dibangun dua balkon di dua sisi ruang utama.

Untuk mendekorasi interior ruang utama masjid, Portoghesi mendatangkan sejumlah pekerja tangan ahli dari Maroko. Tugas mereka adalah menggambar berbagai mosaik yang membatasi balkon, relung, dan basis-basis lajur. Lajur-lajur yang didesain Portoghesi mengikuti motif klasik dari tipe lengkungan seperti yang ada di sebagian besar masjid-masjid kuno.

Masjid karya Portoghesi ini juga tampak megah dengan adanya pilar-pilar pada bagian dalam dan luar bangunan utama. Ada sekitar 186 pilar di bagian luar dan 32 pilar di bagian dalam. Kemegahan bangunan masjid ini juga bisa dilihat pada dekorasi lantai masjid, yang terdiri dari beraneka warna dan memiliki motif geometris yang berbentuk bintang. Adapun bahannya terbuat dari marmer, batu alam, dan batu bata khas Roma.

SUMBER


Maaf ya gan kalo masih acak-acakan. harap maklum baru pertama bikin Thread.