Tampilkan postingan dengan label JADUL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JADUL. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Koleksi Foto Hitam Putih Indonesia Jaman Hindia Belanda


Simpang Club 1916...ane ga ngerti ini di jalan apa...mungkin Kaskuser regional Surabaya bisa membantu...
Suasana di Masjid Ampel di distrik Arab Surabaya, menunggu prosesi parade penobatan Ratu Belanda Wilhelmina


Pada terbitan 23 Agustus 1898 Harian Lokomotif menulis tentang perayaan mendatang di Surabaya sekitar penobatan Ratu Wilhelmina pada tanggal 6 September. Selama minggu festival, yang dimulai pada tanggal 30 Agustus, ada beberapa parade Militer . Foto ini diambil oleh studio O. Kurkdjian di sekitar Masjid Ampel - yang menara di latar belakang dapat dilihat - di distrik Arab Surabaya.

Jalan-jalan dihiasi oleh Bendera Merah Putih Biru. Yang menarik pada foto sebelah kanan ada Ornamen Bambu berupa Bintang menyerupai Bintang Daud negara Israel.

Puncak perayaan pada Selasa, 30 Agustus 1898. Malam pukul tujuh, musik milisi dengan drumer dan peniup terompet dari jalan Goebeng menuju rumah Residen, dibawakan oleh komandan milisi ke aloon aloon-, melalui jalan Genteng, jalan kota . Juga membawa team musik, drumer dan peniup terompet dari batalyon 13 sampai tujuh jam dan berjalan-jalan melalui kota, datang. Pukul delapan terompet besar ditiup oleh kedua muziek coprs dengan drumer dan peniup terompet. Seruling dan drum Angkatan Laut juga ikut terlibat. Pada malam hari, sembilan Assaut militer besar tampil di gedung komedi.

Rabu, 31 Agustus. Parade, resepsi resmi mulai pukul tujuh permainan populer seperti: mastloopen, memanjat tiang, cincin menusuk, zakloopen, hardloopen rintangan, pincang, pelemparan gelang-gelangan dlm permainan, giliran tanda, pengikat terjadi, komedi Anak-Anak, wayang golek, wayang koelit, topeng, ronggeng, loedroekan.

Pada Malam harinya, penerangan jalan umum dimatikan . Semua warga diundang dan untuk berhati-hati karena Kepala pemerintahan daerah akan menyalakan kembang api- kembang api yang megah, menembakkan meriam, peluncuran balon api, air mancur dengan warna-warni yang indah, flare, kincir angin dalam warna nasional, bom, bintang dalam api yang indah dibantu dengan cahaya flare. Buket bunga, tourbillons, laurel dan ek cabang dalam bentuk karangan bunga di W tengah dan di atas mahkota, piramida, bom kemegahan, patung Ratu, dikelilingi oleh bendera dan Fireworks juga dengan mahkota emas, flare baterai, King Crown dengan tulisan "Hidup HM Ratu Wilhelmina", dilingkari dengan bendera Belanda, singa, menutup dengan baterai flare besar warna bendera yang indah, mahkota emas juga menutup flare baterai laburnum, meriam. Seluruh parade diselingi dengan bom dengan ular, hujan emas, bintang putih dan berwarna, flare dengan parasut dan bintang berwarna-warni, dan dekorasi bunga.

Pusing ya Gan bacanya? intinya ini adalah pesta rakyat...bukan seperti PRJ Kemayoran yang ...pesta nya konglomerat Keluarga Moerdaya Poo.
Tundjungan sekitar tahun 1960


Apotheek Rathkamp & Co Jalan Darmo, Soerabaja, diresmikan 1 dec 1930



rumah Residen Surabaya dilihat dari tepi sungai tahun 1860

 
Kali Brantas Surabaya tahun 1860

 


Stasiun Kereta Api Goebeng

 
kota SOERABAIA



Djembatan Merah tahun 1905

    

Koleksi Foto Hitam Putih Indonesia Jaman Hindia Belanda



keluarga belanda ini sedang menunggu kereta api di stasiun bandoeng...bersih ya stasiun jaman dulu....memang sptnya kondisi kota kita bukan maju..malah mundur yaa..ada kios yangmenjual koran dan rokok juga..sama spt sekarang ya gan..cuma dulu lebih rapih aja...

ini adalah cikal bakal Telkom Indonesia gan! ini adalah kantor telepon dan telegraaf bandung di Jalan Tamblong bandung. yang duduk adalah operator telepon yang bertugas menyambungkan permintaan nomor tujuan dari pelanggan. Jam dinding menunjukkan jam 8 pagi, trlihat matahari pagi masuk dari jendela. Foto tahun 1915
 

ini adalah pedagang yang menjual tas dan alat-2 rumah tangga yang dijalin dari bahan bambu, kemungkinan dari SIngaparna Tasikmalaya. foto tahun 1910

ini adalah Mesjid Agung Tasikmalaya tahun 1902 bulan juli. Sepertinya bagusan dulu ya daripada bentuk yang sekarang....


pemandangan sawah antara garoet - tasik, dilatar belakang samar-2 terlihat perkampungan Naga

patung Budha di pelataran Tjandi Borobudur tahun 1890, dibawah pohon bringin...masih angker yaa...




kondisi candi tahun 1925
 



kator percetakan buku De Vries, di jalan Pos, skrg masih ada di Cibereum Tjimahi. Foto tahun 1925


ini adalah Blinden Instituut atau sekarang adalah Gedung Wiyata Guna, tempat pelatihan bagi orang buta, terletak di jalan Pajajaran depan Pabrik Kina. foto thn 1934. Pada jaman itu mungkin sudah banyak orang buta. Masyarakat saat itu kurang mengerti tentang kesehatan. Bayi yang lahir buta mayoritas disebabkan oleh penyakit kelamimin...hiiiii....

foto mengenai Wiyata Guna selanjutnya ada di halaman 28
Foto-2 di Blinden Istituut Bandoeng, sekarang bernama gedung Wiyata Guna, kondisi pada tahun 1934 sd 1939.

bagi agan-agan yang sering melewati jalan pajajaran bandung, depan GOR Olah Raga Pajajaran ( yang dulunya adalah kuburan Kristen ), disana terdapat Gedung Wiyata Guna, tempat pelatihan dan pendidikan orang-2 buta, untuk di didik mandiri, bisa menghasilkan sesuatu untuk kehidupan nya sendiri di masyarakat. Coba agan-2 mampir kesana, ane yakin setelah pulang dari wiayata guna, agan-2 akan bersujud syukur kepada Tuhan atas pemberian mata yang sehat dan penglihatan yang jelas, yang selama ini mungkin tidak kita sadari. Mungkin hanya di bandung ada tempat spt ini.




foto-foto di ruang pelatihan 


belajar membaca Huruf Braille


bekreja membuat karpet atau kesed kaki, sapu, sapulidi, alat-2 rumah tangga dari bambu dll


mereka juga bermain musi piano, gitar, mempunyai grup band, bahkan punya kesebelsan sepakbola dan grup bulu tangkis









 
ber foto bersama guru-guru, pembimbing ketrampilan dan para dokter yang ada disana


ini adalah sebagian dari hasil karya mereka, yang dipamerkan setiap tahun kepada masyarakat.



ini adalah Blinden Instituut atau sekarang adalah Gedung Wiyata Guna, tempat pelatihan bagi orang buta, terletak di jalan Pajajaran depan Pabrik Kina. foto thn 1934. Pada jaman itu mungkin sudah banyak orang buta. Masyarakat saat itu kurang mengerti tentang kesehatan. Bayi yang lahir buta mayoritas disebabkan oleh penyakit kelamimin...hiiiii....

foto mengenai Wiyata Guna selanjutnya ada di halaman 28

Foto Mengerikan dan Menyedihkan, Persitiwa Lembong tahun 1950 di Bandung 
  


Masyarakat Jawa Barat dan Divisi Siliwangi boleh jadi tidak bisa melupakan peristiwa ini. Pagi itu, 23 Januari 1950, tentara Belanda yang dipimpin Komandan Baret Hijau Kapten Raymon P.P. Westerling menggemparkan Kota Bandung. Pasukan tanpa atribut itu membabi buta menembaki anggota Divisi Siliwangi yang berada di jalan. Mayor Sutikno dan Mayor Sacharin ditembak di depan Hotel Savoy Homann. Letkol Adolf Lembong yang pagi itu akan menghadap Komandan Divisi Siliwangi Kolonel Sadikin di Gedung Stafkwartir yang terletak di Oudhospitalweg (kini Jalan Lembong) Nomor 38, tidak luput dari sasaran kekejaman algojo peristiwa pembantaian 40.000 penduduk Sulawesi Selatan itu. “Waktu itu, anggota Stafkwartir lainnya berusaha menyelamatkan diri lewat pintu belakang,” begitu salah satu kenangan yang disampaikan almarhum Letjen (Purn.) Dr. (HC) Mashudi.

Peristiwa itu mengakibatkan 79 anggota Divisi Siliwangi gugur. Dalam penyelidikan kepolisian pada awal 1955 menemukan setidaknya terdapat 15 prajurit lain, bahkan salah seorang di antaranya berpangkat kapten. Mereka dibawa lari ke hutan di kaki Gunung Tangkubanparahu di sebelah barat Lembang oleh sebagian pasukan APRA yang dipimpin Eddy Hoffman.(ref)

Koleksi Foto Hitam Putih Indonesia Jaman Hindia Belanda


ini adalah cikal bakal Telkom Indonesia gan! ini adalah kantor telepon dan telegraaf bandung di Jalan Tamblong bandung. yang duduk adalah operator telepon yang bertugas menyambungkan permintaan nomor tujuan dari pelanggan. Jam dinding menunjukkan jam 8 pagi, trlihat matahari pagi masuk dari jendela. Foto tahun 1915


keluarga belanda ini sedang menunggu kereta api di stasiun bandoeng...bersih ya stasiun jaman dulu....memang sptnya kondisi kota kita bukan maju..malah mundur yaa..ada kios yangmenjual koran dan rokok juga..sama spt sekarang ya gan..cuma dulu lebih rapih aja...


ini adalah kator Pos Besar tahun 1947, terletak di jalan asia afrika sekarang.
Nama Jalan nya dulu adalah Grote Postweg.


ini adalah jalan Braga tahun 1960
 

ini adalah jalan Pasar Baroe Bandung, sebelah kanan adalah toko ABC, masih ada sampai sekarang. foto tahun 1930


ini adalah foto ruang makan Familie Benjamin di bandung. Meubelair terbuat dari Kayu Jati yang di datangkan dari Eropa. Dipojok ruangan ada kursi makan khusus untuk anak nya yang masih balita. Sebelah kanan adalah lemari makan dengan ukiran klasik khas eropa.


stasiun kecil Gedebage tahun 1880


Bupati Bandung Raden Adipati Aria Wiranatakoesoema beserta istri.


Jatinegara gan, jaman dulu.
 
ini adalah toko kelontong milik orang Tiong Hoa. Kotak kotak kayu biasanya berisi Beras dan Kacang Kacangan