Selasa, 09 Oktober 2012

Nil: Jangan Pernah Menghina Pemain Timnas!



Pelatih tim nasional senior Indonesia, Nil Maizar, enggan berpolemik mengenai sejumlah keberatan dari beberapa klub yang melepaskan pemainnya untuk membela skuad "Garuda". Ia menilai, seharusnya sejumlah klub itu tidak terus membawa pemainnya terlibat dalam pusaran konflik sepak bola Indonesia.

"Saya tidak ingin berkomentar banyak mengenai masalah itu (keberatan klub melepas pemain). Sekali lagi, kita serahkan ke PSSI dan masyarakat saja," ujar Nil seperti dikutip dari situs resmi Liga Prima.

Pernyataan Nil itu mengacu kepada pernyataan sejumlah klub yang menilainya tidak pantas melatih timnas Indonesia. Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar, misalnya, sempat menyebut pelatih tim nasional versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Alfred Rield, lebih berkualitas dibandingkan dengan Nil. Muhtar menyoroti daftar nama pemain yang dipanggil oleh Nil yang sebagian besar dari klub peserta Indonesian Premier League (IPL).

Kubu KPSI juga masih terus menyebut skuad asuhan Nil adalah timnas "abal-abal". Bagi mereka, timnas versi KPSI yang dilatih Riedl adalah skuad terbaik dan paling pantas untuk membela Indonesia di ajang Piala AFF 2012 pada akhir November mendatang. KPSI juga meminta PSSI mau mengadu timnas kedua kubu dengan tujuan mencari tim yang layak membela Indonesia di Piala AFF. Pertandingan tersebut rencananya akan digelar di Jakarta pada 10 Oktober 2012.

Menurut Nil, rasanya tidak pantas jika pemain terus dikorbankan untuk masuk dalam pusaran konflik antara pengurus-pengurus yang hingga kini terus bertikai. Ia menilai, saat ini yang terpenting adalah semuanya bisa bersatu untuk membela skuad "Merah Putih" di turnamen Piala AFF.

"Silakan menyebut saya pelatih yang tidak berkualitas, tapi jangan pernah menyebut pemain-pemain saya tidak berkualitas karena mereka adalah pejuang yang sebenarnya. Mereka adalah orang yang selalu menerima penghinaan kalian dengan lapang dada dan tetap berjuang demi menjaga kehormatan bangsa," ujar Nil.

Dengan adanya sejumlah masalah ini, kondisi sepak bola Indonesia pun semakin tidak jelas arahnya. Padahal, PSSI dan KPSI awalnya sepakat berdamai saat berada di ambang deadline sanksi FIFA terkait persoalan dualisme kompetisi, Juni lalu. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada langkah nyata dari kedua kubu untuk bersama-sama menyelesaikan masalah itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya