Selasa, 09 Oktober 2012

TIPS MERAWAT MISS "V" AGAR BERSIH DAN SEHAT



Struktur anatomi organ intim wanita yang unik membuat kaum Hawa harus lebih memerhatikan kebersihan daerah vitalnya. Dibanding pria, wanita lebih rentan disinggahi penyakit pada organ intimnya.

Hal ini dikatakan Dr Rosdiana Siregar SpKK khusus kepada Global beberapa waktu lalu. Katanya, organ intim wanita berdekatan dengan lubang uretra dan anus, mau tak mau membuat kaum wanita harus memerhatikan kesehatannya lebih ekstra. Namun menyadari fakta tersebut, wanita terkesan over protected, sehingga kerap mengonsumsi produk-produk kewanitaan yang belum tentu cocok. Contohnya, seperti pemakaian sabun pembersih daerah vital maupun pantyliner. Padahal semua itu nyata-nyata tidak menjadi hal mutlak bila ingin organ intim bersih.

Berdasarkan pengalaman itu, Rosdiana menyarankan pada para wanita untuk menggunakan pantyliner pada kondisi-kondisi tertentu saja. Misalnya saat melakukan perjalanan jauh yang tidak memungkinkan mengganti pakaian dalam.

Rosdiana mengatakan, pada dasarnya untuk menjaga kebersihan organ intim sederhana saja. Setiap buang air kecil jangan lupa membasuh area pribadi dengan air bersih. Mengingat fasilitas toilet umum yang jauh dari kata bersih, ada baiknya setiap orang menyediakan satu botol plastik di tasnya sebagai air bilas kala buang air kecil. Agar kesehatan terjaga, idealnya mengganti celana dalam dua kali sehari, setiap mandi ataupun bila sudah merasa lembab dan tidak nyaman apalagi saat menstruasi.

Saat mandi, daerah intim jangan hanya dibilas saja tetapi juga dibasuh dengan menggunakan sabun. Namun Rosdiana mengingatkan, pengunaan sabun pembersih daerah kewanitaan secara rutin pun justru tidak benar.

Pemilik klinik kecantikan Paramita di Jalan Dokter Mansyur Medan ini menyebut, jika memang daerah kewanitaan mengalami gangguan semisal keputihan atau keluar cairan berbau, baiknya berkonsultasi pada dokter. Tapi bila sedang menstruasi, sabun pembersih khusus daerah kewanitaan tak apa digunakan.

Selain itu, Rosdiana juga berpendapat wanita kerap menjadi korban mode. Ini berpengaruh dengan kesehatan organ intim. Biasanya, karena tergiur mode, gaya berpakaian yang tidak cocok untuknya pun karena sedang in dipaksakan untuk dipakai, salah satunya pakaian dalam. "Menjamurnya celana dalam seksi membuat kaum Hawa berburu mengenakannya padahal bentuk badan tidak mendukung," katanya.

Mode yang tidak mendukung bentuk badan, kata Rosdiana, dapat menimbulkan iritasi pada miss V. Namun bila lekukan bodi menunjang, sebaiknya memilih bahan pakaian dalam terbuat dari katun agar menyerap keringat. "Soalnya, akibat kelembaban pun dapat menyebabkan timbulnya jamur," pungkas Rosdiana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya