Senin, 15 Oktober 2012

Awal Perayaan Idul Fitri: Mesir Dihebohkan Maraknya Pelecehan Seksual!!!


Perayaan Idul Fitri adalah momen bahagia bagi seluruh muslim di penjuru dunia. Namun di Mesir, perayaan hari suci tersebut dinodai maraknya kasus pelecehan seksual di tempat umum. Kejadian seperti ini menjadi marak barangkali ada hubungannya dengan kondisiMesir yang berada dalam masa transisi dari era otoriter menuju era kebebasan, di mana terjadi “shock culture” di tengah masyarakat.
Kantor Berita Mesir, MENA, melaporkan banyak terjadi peristiwa pelecehan seksual di hari pertama dan kedua perayaan Idul Fitri. Di beberapa kawasan, polisi menangkap banyak pelaku perbuatan tercela tersebut.
Website harian independen “Al-Tahrir” menurunkan kabar (Selasa 21/08/2012) bahwa beberapa wanita terdengar berteriak di Corniche Nil (Tepian sungai Nil) di depan gedung Televisi Nasional. Ditambahkan juga bahwa di wilayah yang sama terjadi perkelahian antar pemuda di kawasan wisata tersebut. Bahkan, beberapa anak-anak diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pengunjung wanita.
Foto-foto Pelecehan seksual di Mesir yang beredar di Facebook
Di Kebun Binatang Giza, sekelompok anak muda membentuk brikade untuk melindungi para perempuan dari pelecehan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi brikade ini justru kemudian menimbulkan pertikaian antara kelompok-kelompok pemuda. Polisi menangkap beberapa pemuda tersebut dan dituntut secara pidana. 
Kejadian tak senonoh juga terjadi Fustat Garden. Beberapa pemuda terlihat mengelilingi sejumlah perempuan, lalu perempuan tersebut berusaha untuk menyerang para pemuda tersebut hingga kemudian datang orang lain yang berhasil membebaskan mereka.
Di tempat lain, saksi mata mengatakan pernah melihat anak muda pengendara sepeda motor di dekat gedung Liga Arab, lalu mereka melakukan pelecehan terhadap para gadis di sana, terutama ketika polisi tidak ada di tempat. Saksi mata lain mengatakan melihat beberapa pemuda mengganggu para gadis di Tahrir Square pada hari Minggu dan Senin, yang memicu pertengkaran mulut antara anak muda.
Beberapa foto pelecehan tersebut disebarkan di Facebook untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Sebuah halaman Facebook yang  peduli dengan kasus pelecehan ini mewanti-wanti masyarakat untuk lebih berhati-hati.
Karena banyaknya kasus ini, masyarakat berseloroh dengan mengatakan Momen Idul Fitri sebagai “Musim Pelecehan”. Beberapa masyarakat pun berinisiatif membentuk gerakan anti pelecehan seksual dengan membentuk brikade-brikade dan relawan pengamanan terhadap para wanita. Beberapa relawan ditempatkan di keramaian umum, juga di kereta api bawah tanah (subway) dan tempat-tempat strategis lainnya. 
Pelecehan seksual di tempat umum memang menjadi problem di Mesir sejak beberapa tahun belakangan ini. Pada tahun 2008, sebuah penelitian tentang pelecehan seksual diterbitkan oleh Pusat Perlindungan Hak-Hak Perempuan. Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa hampir 2/3 (dua pertiga) pria di Mesir mengaku memiliki saudara dan kerabat perempuan yang pernah dilecehkan secara seksual oleh orang lain.
“Pelecehan seksual telah menjadi masalah besar dan sangat nyata dialami oleh perempuan di  Mesir” Ujar juru bicara Pusat Perlindungan Hak-Hak Perempuan Mesir. Ia menambahkan, hanya 2,4 % perempuan Mesir yang melapor ke polisi. Sebagian besar wanita tersebut tidak melapor karena  mereka tidak percaya ada yang bisa membantu.
Sebagian pengamat juga mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan sabotase dari orang-orang yang anti pemerintahan yang baru untuk menjatuhkan wibawa pemerintah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya