Selasa, 25 Maret 2014

Relawan Komunitas Semut Sering Diteror Penebar Ranjau Paku



JAKARTA - Aksi sosial yang dilakukan Semut Orange Community yang fokus menyisir ranjau paku bukannya tanpa hambatan. Aksi sosial yang dilakukan oleh komunitas ini terbilang berbahaya, mengingat mereka berhadapan dengan penjahat yang memiliki jaringan kuat.

Seperti dituturkan, Ketua Semut Orange Community, Johan P Tuilan alias Yossi, sebagai salah satu pendiri komunitas pencari ranjau paku dia mengaku kerap kali mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal.

Ia menduga ancaman itu dilakukan oleh pelaku penebar ranjau paku yang tidak terima dengan aksi sosial yang dilakukannya sejak 2012.

"Ada ancamannya bentuk SMS, isinya macam-macam, emang ancamannya lembut tapi bernada keras. Misal ‘Awas jangan mencari paku’," katanya di Jalan KH Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat," Minggu (5/1/2014).

Yossi mengaku, memang baru mendapat ancaman sejak 5 bulan terakhir. Ancaman itu mulai intens ketika aksinya ini mulai dianggap menggangu sepak terjang para pelaku penebar paku. "Saya dapat ancaman sejak 5 bulan terakhir," tukasnya.

Kendati demikian, ia mengatakan memang belum pernah mendapat ancaman seperti pembunuhan, tetapi masih sekedar ancaman ringan. Yossi menuturkan, berbagai ancaman yang diterimanya itu tak mengurungkan langkahnya bersama 26 orang anggota Semut Orange Community untuk terus membasmi aksi tebar ranjau paku karena sudah memakan banyak korban.
SUMBER

Spoiler for BERITA HUKUMAN PENEBAR PAKU

Penebar Ranjau Paku Dihukum Ringan, Relawan Kecewa


Liputan6.com, Jakarta : Tak selamanya aksi pelaku penebar ranjau paku di jalanan berjalan mulus. Kerap pula mereka tertangkap tangan oleh warga atau relawan yang sehari-harinya mengumpulkan ranjau paku.


Seperti belum lama ini, seorang pelaku ditangkap massa saat sedang beraksi di Jalan KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat. Namun, relawan dari Komunitas Semut Orange yang membersihkan jalan dari ranjau paku mengaku kecewa karena pelaku hanya ditahan 7 hari di Polsek Metro Gambir.

"Pelaku ini hanya 7 hari di polsek. Itu kan ringan sekali. Padahal perbuatannya sudah banyak merugikan masyarakat," kata Ketua Komunitas Semut Orange, Johan P Tulian saat memamerkan 650 kilogram paku hasil operasi komunitasnya di Jalan KH Hasyim Ashari, Minggu (5/1/2014).

Pria yang akrab disapa Yossy ini kebetulan juga berada di lokasi saat pelaku diringkus massa. Menurutnya, pelaku yang bernama Ali Usman itu merupakan salah satu anggota komplotan yang sudah sering melakukan aksi menebar paku.

"Dia itu biang. Saat ditanya dia ngakunya punya tambal ban. Tapi pas diperiksa ada 2 kantong paku di perutnya," lanjutnya.

Warga yang geram dengan aksi Ali langsung menghakimi pelaku. Puncaknya, sepeda motor Yamaha Mio milik pelaku dibakar massa. Sedangkan Ali langsung dibawa ke Polsek Metro Gambir setelah babak belur dihajar warga.

"Habis dia, dipukuli warga dulu baru dibawa ke Polsek Gambir," tandasnya. (Ado)

sumber

INI LHO ORANG PENEBAR PAKU YANG KETANGKEP DI ROXY
Spoiler for BUKA COY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya