Kamis, 10 April 2014

[Regional Event] Pulau Bangka Dalam 5 Huruf ! (Intip Yuk)

Ini Lho Pulau Bangka Jika Dideskripsikan Dalam 5 Huruf



Quote:Sebelum mendeskripsikan tentang pulau bangka tidak ada salahnya kita lebih mengenal tentang sejarah Pulau Bangka itu sendiri...
Sejarah :
* Awal Mula Pulau Bangka *

Pulau Bangka adalah pulau besar yang dikeliling oleh banyak pulau-pulau kecil, menyimpan banyak cerita sejarah dan peradaban yang besar sejak zaman dahulu. Letaknya yang strategis dengan kekayaan alam yang melimpah sejak pertama kali mampu direkam oleh catatan sejarah membuktikan bahwa Pulau Bangka adalah pulau yang bernilai historisitas tinggi.

Sebagai bagian dari sejarah besar, runtutan peristiwa yang pernah terjadi yang berkaitan dengan daerah ini juga menjadi perdebatan. Tidak saja perdebatan berkaitan dengan sejarah mula secara geografis, tetapi juga interaksi masyarakat didalamnya yang masih terus diperdebatkan oleh para peneliti dan tetua masyarakat didalamnya. Perdebatan tentang asal-usul kata Bangka sendiri adalah perdebatan yang belum final hingga sekarang.

Banyak versi yang mencoba memberikan interpretasi atas kata bangka, namun bukti fisik tentang asal-usul kata ini sendiri belum ditemukan kecuali usaha banyak ahli untuk menghubungkan analisis mereka dengan berbagai peristiwa. Versi sejarah yang tampaknya paling kuat adalah versi sejarah Kota Kapur. Ditemukannya bukti sejarah otentik berupa prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 masehi memulai perdebatan tersebut secara ilimiah. Prasasti yang ditemuka di Sungai Menduk (Kabupaten Bangka Barat Sekarang) tersebut berisikan 240 kata bahasa Sanskerta. Prasasti tersebut berisi tentang peringatan kepada masyarakat di wilayah Kerajaan Sriwijaya tentang larangan untuk melakukan pemberontakan. Peringatan tersebut jelas dibuat oleh penguasa kerajaan Sriwijaya pada masa itu sehingga dipekirakan bahwa Pulau Bangka pada masa Kerajaan Sriwijaya telah menjadi pusat aktivitas yang ramai. Dalam prasasti Kota Kapur, sama sekali tidak disebutkan kata Bangka. Namun para ahli sejarah banyak menghubungkan Bahasa Sanskerta yang digunakan pada prasasti Kota Kapur dengan kata vanca yang kemudian mengalami perubahan kata menjadi Bangka tampaknya bisa diterima dengan nalar.

Versi lain menyebutkan bahwa kata Bangka berasal dari kata Bangkai yang menunjukan bahwa kata bangka adala tempat pmbuangan bangkai pada masa penjajahan. Meski demikian, asal-usul kata ini tidak memiliki bukti ilmiah sehingga anlisis versi Kota Kapur di atas lebih bisa diterima oleh masyarakat kebanyakan. Sebuah majalah pada tahun 1846 yang bernama Tijdschrift voor Nederlandsch Indie memuat tulisan bahwa daerah yang disebut Banca adala pulau yang dulunya bernama Chinapata atau China-Batto (Chinapata diduga adala daerah yang dulu pernah dilaporkan oleh seorang pelaut bernama Jans Huyghens van Linschoteen pada tahun 1595 di Amsterdam). Dulu daerah yang disebut Banca mencakup Palembang dan meluas ke arah barat yang kemudian disebut Bangka-Hulu dan kemudian mengalami perubaha dialek menjadi Bengkulu sekarang ini. Ke arah Sumatera Timur, terdapat daerah yang bernama Bangka yang keyakinan banyak orangbtentang kemungkinan ini tidak nampak terlau besar sehingga belakangan banyak orang yang bahkan tidak pernah mendengar cerita ini.

* Pulau Bangka dan Sejarah *

Belanda pertama kali mendarat di Nusantara tepatnya di Banten Pulau Jawa pada tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman. Cukup lama setelah itu belanda baru melirik Pulau Bangka sebaga salah satu daerah potensial penghasil timah. Ketika Belanda ingin masuk ke Pulau Bangka daerah ini masuk pada kekuasaan Kesultanan Palembang. Hubungan pertama antara VOC dan daerah Bangka Belitung terjadi pertama kalinya pada tahun 1668. Pulau Bangka pada masa itu berada dibawah kekuasaan Sultan Abdurrachman.

Sebuah catatan kontrak antara Belanda dan Sultan Palembang pada tanggal 10 juli 1668 sebagaimana disebutkan dalam buku Kepulauan Bangka Belitung dengan editor Achmad Sahabudin, dan kawan-kawan (2003) menyebutkan bahwa Kesultanan Palembang mengakui Belanda dengan usaha monopoli timahnya dan Belanda akan mlindungi Kesultanan Palembang. Berikutnya pada tahun 1722, Kesultanan Palembang yang berada dibawah pemerintahan Sultan Mahmud Kamarudin mengadakan perjanjian yang berisi ketentuan bahwa VOC memegang hak monopoli perdagangan atas timah. Tahun-tahun setelahnya menunjukan hubungan dagang Belanda dan Kesultanan Palembang berlangsung sangat buruk, sebagai mana Ratu Mahmud Kamarudin gagal memerintah internalnya.

* Awal Penambangan Timah *

Penemuan timah petama kali di pulau Bangka memiliki beberapa versi. Setidaknya catatanya yang ditulis oleh Heidhues menyebutkan tiga versi penemuan, yakni pada tahun 1707, 1709, dan tahun 1711. timah pada masa awal penemuan tersebut merupakan komoditas yang sangat mudah dilihat karena timah terdapat dimana-mana. Horsfield dalam Heidhues mengatakan bahwa timah dengan mudah terlihat ketika penduduk setempat melakukan pembakaran ladang-ladang ubtuk ditanami oleh penduduk setempat. Logam timah tampak meleleh ketika penduduk melakukan pembakaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya timah pada masa awal abad ke-17 merupakan sebuah komoditas yang midah didapatkan. Hal ini menandakan betapa banyak kandungan timah yang ada di Pulau ini. Apalagi masa penambangan timah yang berlangsung selama 4 abad lebih dan hingga kini masa banyak penambangan timah yang dilakukan di berbagai tempat oleh penduduk dan beberapa perusahaan besar. Orang yang dianggap memperkenalkan penambangan timah di Pulau Bangka adalah orang-orang johor yang memiliki garis keturunan Cina yang beragama Islam dan juga merupakan kerabat Kesultanan Palembang. Abdulhayat dalam keluarga tersebut dan laki-lakinya yang bernama Wan Akub merupaka nama-nama yang banyak disebut dan dianggap merupaka orang-orang yang mempelopori penemuan timah di Mentok dan Pulau Bangka pada umumnya. Heidhues menyebutkan bahwa pada masuknya Orang-Orang johor tersebut, juga datang seorang Cina bernama Oen Asing (Boen Asiong) yang melakukan penambangan timah di kampung Belo Mentok. Orang ini pula yang melakukan berbagai macam gerakan pembaruan dalam penambangan timah. Didatangkan pada masa itu pekerja dari Cina, memperkenalkan penambangan timah dengan menggunakan mesin, teknik perapian untuk membakar timah yang lebih efisien, dan melakukan standarisasi bentuk dan berat timah.

Pada masa ini pula penambangan timah di Bangka mengenal istilah kuli dan kongsi. Kuli dalam ejaan lama koeli berasal dari bahasa Tamil yang artinya orang yang disewa. Sedangkan kongsi berasal dari bahasa Hakka, yaitu kwung-sze yang artinya penanganan atas dasar usaha usaha dan kepentingan bersama dengan tujuan mendapatkan keuntungan ekonomi bersama. Mulai dipekenalkan pula istilah tauke atau towkay yang artinya bos dan sinkeh yang artinya kuli Cina yang terikat pada tahun pertama dan bebas pada tahun kedua dan seterusnya.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sejarah penambangan timah pada abad ke-17 dan setelahnya adalah sejarah penambangan timah yang dilakukan oleh orang-orang Cina. Impor pekerja Cina dalam jumlah besar-besaran menyebabkan penduduk Bangka hingga sekarang juga banyak diwarnai kehidupan orang-orang Cina yang mula-mula datang untuk bekerja sebagai penambang pada akhirnya ikut memberikan andil dalam proses perkembangan kultural masyarakat lokal.

Tidak mengherankan jika saat ini penduduk Cina di Pulau Bangka mencapai 30 persen dari total jumlah penduduk propinsi ini. Sebagai salah satu bukti bahwa masyarakat etnis Cina sudah ada sejak dulu, masyarakat etnis Cina dapat dijumpai di berbagai pelosok di daerah Pulau ini. Sebutlah misalnya Mentok, Pangkalpinang, Toboali, Sungailiat, Belinyu, Koba, Sungiselan Jebus dan kampung-kampung kawasa penambang timah berpenduduk ramai.

* Penduduk Asli Pulau Bangka *

Definisi tenteng penduduk asli Pulau Bangka hingga kini masih menjadi perdebatan. Ada yang mengatakan bahwa penduduk asli Pulau ini adalah Suku Melayu, padahal pembahasan sebelumnya nyebutkan bahwa Suku Melayu adalah eksodus secara perlahan-lahan penduduk yang datang dari kerajaan johor dan Kerajaan Lingga-Riau.

Sejarah dipulau ini juga diwarnai dengan kedatangan orang-orang bugis yang menjadi lanun dan menguasai dan menguasai pulau-pulau kecil dan daerah pesisir Bangka. Cina juga adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan perjalanan perkembangan demografis pulau ini. Sebuah buku yang ditebitkan pada tahun 1954 (anonim) berjudul Republik Indonesia Propinsi Sumatera Selatan menuliskan bahwa penduduk asli Pulau Bangka adalah mereka yang merupakan hasil pertalian perkimpoian antara pelaut-pelaut yang datang dari Jawa, Palembang, Minangkabau, dan Bugis yang menjelma menjadi penduduk asli yang baru. Jadi tampaknya Pulau Bangka dan Belitung pada mulanya tidak berpenghuni, melainkan didatangi oleh penduduk dari daerah lain dan kemudian membentuk kultur khas daerah ini.

Pada sekitar pertengahan abad ke-17, pasukan dari Kerajaan johor dan Kerajaan Minang datang untuk membantu penguasa setempat menumpas para lanun-lanun yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kedua Kerajaan ini mendarat di Toboali dimana kemudian Kerajaan Minang menetap dan mempengaruhi budaya dan bahasa peduduk setempat, sedangkan Pasukan dari Kerajaan johor menuju Mentok dan kemudian menetap serta memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan budaya dan bahasa penduduk Mentok dan sekitarnya.

Pengaruh Kerajaan Minang di Toboali sangat terasa hingga sekarang, misalnya dari sudut bahasa yang cenderung mengganti huruf S dengan H. Hal ini dapat di indetifisikasi pada penggunaan bahasa yang digunakan di Minang. Pengaruh lain misalnya pada tradisi makanan seperti lemang di Toboali yang merupakan makanan khas Minang. Sedangkan pengaruh Melayu Johor yang sangat kuat ditampakkan pada ciri khas ke-Melayu-an yang sangat kental di Mentok, misalnya pada bahasa yang cenderung menggunakan E pepet, tradisi masyarakat Mentok juga mengidentifikasikan diri dengan tradisi Melayu Malaysia. Sementara itu, Heidhues menyebutkan bahwa seorang pejabat Belanda bernama J. Van den Bogaart datang ke Pulau Bangka pada tahun 1803 membagi penduduk Bangka pada waktu itu dalam 4 kasta, yaitu :
1. Cina,
2. Melayu,
3. Orang Bukit (disebut juga Orang Gunung/Orang Darat),
4. Orang Laut (Orang sekak)


Quote:========================================================

Well guys tidak ada salahnya kita coba bernostalgia lewat beberapa foto Pulau Bangka Tempo Dulu : 

Spoiler for Bangka1



Spoiler for Bangka2



Spoiler for Bangka3



Spoiler for Bangka4



Spoiler for Bangka5



Spoiler for Bangka6



Spoiler for Bangka7



Spoiler for Bangka8



Spoiler for Bangka9



Spoiler for Bangka10



Spoiler for Bangka11



Spoiler for Bangka12



Spoiler for Bangka13



Spoiler for Bangka14



Spoiler for Bangka15



Spoiler for Bangka16



Spoiler for Bangka17



Spoiler for Bangka18



Spoiler for Bangka19



Spoiler for Bangka20



Spoiler for Bangka21



Spoiler for Bangka22



Spoiler for Bangka23



Spoiler for Bangka24



Spoiler for Bangka25



Spoiler for Bangka26



Spoiler for Bangka27



Spoiler for Bangka28



Spoiler for Bangka29



Spoiler for Bangka30



Spoiler for Bangka31



Spoiler for Bangka32



Spoiler for Bangka33



Spoiler for Bangka34



Spoiler for Bangka35



Gimana gan udah cukup bernostalgianya, kurang lebih seperti itulah Bangka dahulu kala, sama seperti kota - kota lainnya di Indonesia, di dominasi dengan arsitektur bangunan - bangunan khas Belanda, namanya juga bekas jajahan Belanda gan, 350 tahun gan, pastinya ninggalin bekas, bahkan terkadang bekas dihati, hohohoho 

Sejenak kita tinggalkan Bangka Tempo Doeloe-nya, nah buat agan atau aganwati yang sudah pernah atau akan ke Bangka, bagaimana sih Bangka sekarang? (yang tidak sabar ingin lihat deskripsi Bangka dalam 5 huruf, sebentar ya,  sekarang saatnya sedikit melihat Bangka versi terkini) 

Spoiler for Bangka1

Gan kalo pertama kali masuk Bangka lewat Udara pasti kesini nih 


Spoiler for Bangka2



Spoiler for Bangka3



Spoiler for Bangka4

Nah kalo masuknya dari pelabuhan PangkalBalam, kurang lebih penampakannya seperti ini,


Spoiler for Bangka5



Spoiler for Bangka6

Ini pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, kalo agan atau aganwati masuk melalui propinsi Sumatera Selatan


Spoiler for Bangka7

Pelabuhan Tanjung Kalian kalo di lihat dari Menara Tanjung Kalian Light House


Spoiler for Bangka8

Nih kota Pangkalpinang gan


Spoiler for Bangka9

Alun - Alun Taman Merdeka


Spoiler for Bangka10



Spoiler for Bangka11



Spoiler for Bangka12



Spoiler for Bangka13



Spoiler for Bangka14



Spoiler for Bangka15



Spoiler for Bangka16



Spoiler for Bangka17



Spoiler for Bangka18



Spoiler for Bangka19



Spoiler for Bangka20



Spoiler for Bangka21



Quote:========================================================

Heheh gimana gan? udah jalan - jalan sesaat di Pulau Bangka, bahkan jalan - jalannya antar dimensi, dari tempo doloe sampai Bangka saat ini, cape? sama dong gan .... 

Sepertinya kita harus lanjut di post selanjutnya...biar makin seru, rate dulu dong threadnya,..xixixixi ngarep mode on...


Tibalah saatnya kita mendeskripsikan Bangka dalam 5 Huruf, sesuai namanya B-A-N-G-K-A, lho ternyata 6 huruf ya? jangan takut gan, bukan KASKUS namanya kalo mudah di tebak , kenapa hanya 5? karena kalo ane borong semua, kaskuser yang pernah berkunjung ke bangka atau memang tinggal di bangka tidak bisa ikut mendeskripsikan dan numpang mejeng di page one dong,...

Kok belum mulai juga, ya sudahlah sepertinya tidak ada alasan untuk mengulur - ngulur waktu lagi...

Quote:B - A - N - G - K - A

- B sebagai huruf yang pertama 
Quote:B untuk "Beragam Suku, Budaya dan Agama ada disini"

Inilah pulau Bangka, Indonesia sebenarnya (truly Indonesia), dengan beragam suku, budaya dan agama namun masyarakatnya tetap hidup rukun, damai dan berdampingan satu sama lain..

Seperti kita baca pada sejarah dan awal mulanya pulau Bangka, pulau Bangka memang terdiri dari berbajai kemajemukan suku begitupun budaya, keberagaman suku inilah membuat Bangka lebih "Kaya" dan "Berwarna", apalagi sekarang, jumlah suku yang ada di Bangka makin banyak dan beragam, ada suku asli Bangka dan suku pendatang, hal ini menambah daya tarik tersendiri untuk dinikmati, bagi para pelancong ataupun masyarakat pulau Bangka..

Ada suku bugis, batak, sunda, jawa, dan banyak lagi...semua bercampur menjadi satu,  ,Perbedaan ini pun benar - benar memberikan warna tersendiri, tak heran dengan banyaknya suku dan budaya yang ada di pulau Bangka makin menarik minat dan perhatian orang untuk berkunjung atau bahkan menetap di Bangka, ya disini semua sama dan sederajat, hampir disegala aspek, pendidikan, pekerjaan bahkan pergaulan sehari - hari,...

Budaya, ada beberapa kebudayaan yang terkenal dan manarik untuk dinikmati ketika berkunjung ke Pulau Bangka, diantaranya :

Upacara Adat Rebo Kasan

Spoiler for Rebo Kasan

Upacara adat Tolak Bala disimbolkan dengan ' ketupat lepas ' dan 'air wafa' yang dilaksanakan secara turun temurun oleh penduduk desa Air Anyir, Kecamatan Merawang. Merupakan agenda tahunan setiap tanggal 24 safar (hijriyah).

Traditional ceremony warding off mishap symbolized by 'ketupat lepas' and 'air wafa' maintained from generation to generation by the inhabitants of Air Anyir village, sub-district of Merawang. This annual event is held every 24 Shafar (Isalmic Calendar).



Tradisi Sepintu Sedulang

Spoiler for Sepintu Sedulang

Jiwa gotong royong masyarakat Bangka cukup tinggi. Warga masyarakat akan mengulurkan tangannya membantu jika ada anggota warganya memerlukan. Semua ini berjalan dengan dilandasi jiwa Sepintu Sedulang, dapat disaksikan pada saat panen lada, acara-acara adat, peringatan hari-hari besar keagamaan, perkawainan dan kematian.

Tradisi ini lebih dikenal dengan sebutan " Nganggung ", yaitu kegiatan setiap rumah mengantarkan makanan dengan menggunakan dulang, yakni baki bulat besar.

The coorperation spirit of Bangka people is quite strong and deep rooted. People well easily lend their hand to help when needed. This spirit is based on Sepintu Sedulang philosophy (together in good time and bad time). This can be seen for example during pepper harvest, traditional functions, religius ceremonies, wedding, and funeral. This tradition is better know as "Nganggung", where each household delivers dishes of food in a 'dulang' (large rounded tray).



Perayaan Maulid Nabi

Spoiler for Maulid Nabi

Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diramaikan dengan Tradisi Ngangung ( dimana setiap rumah membawakan makanan dengan menggunakan dulang, yakni baki bulat besar) dan dimeriahkan dengan berbagai lomba kesenian Islami. Merupakan kegiatan agenda tahunan berdasarkan kalender Islam yang dipusatkan di Kecamatan Mendo Barat.

The commemoration of the birth of Mohammed Prophet which main attraction is Nganggung Tradition whereas every home brings a voluntary offering of dishes in a big rounf tray exalted with various Islamic Art contests. This annual even based on Islamic Calendar is centered on the sub-district of Mendo Barat.




Ritual Mandi Belimau

Spoiler for Mandi Belimau

Upacara Adat membersihkan anggota tubuh dengan "air taubat". Kegiatan adat yang dilakukan masyarakat Dusun Limbung, Desa Jada Bahrin dan Desa Kimak, Kecamatan Merawang. Kegiatan ini dilaksanakan satu minggu sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, mengambil tempat di pinggir Sungai Limbung.

Belimau Bathing is traditional ceremony of washing body with "air taubat" (repent water). This ceremony is commonly practiced by people of Dusun Limbung, Jada Bahrin Village and Kimak Village of Merawang Distric, and is generally practiced a week prior to holly Ramadhan fasting month. This ceremony takes place in Limbung riverbank.




Bangka Ceria Imlek

Spoiler for Ceria Imlek

Perayaan selama satu minggu menyambut Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan di Kota Sungailiat. Merupakan agenda tahuuanan mengikuti hitungan Kalender Cina.

This full-week gala celebrates Chinese New Year in the city of Sungailiat. This annual event is based on Chinese Calendar.




Sembahyang Kubur

Spoiler for Sembahyang Kubur

Upacara ritual ziarah kubur untuk menghormati para leluhur yang dilaksanakan di Perkuburan Kemujan Kota Sungailiat. Merupakan agenda tahunan Kalender Cina.

This ritual devoting to ancestors is held in Kemujan Cemetery, Sungailiat. This annual event is based on Chinese Calendar.



Sun Go Kong

Spoiler for Sun Go Kong

Even upacara Bulan, budaya Cina yang diselenggarakan di kampung Gedong, Kecamatan Riau Silip Merupakan agenda tahunan

This annual ritual is held among Chinese community in Kampong Gedong, sub-district of Riau Silip. The main attarction in this event is lunar ceremony.



Sembahyang Rebut

Spoiler for Sembahyang Rebut

Ritual budaya masyarakat cina memuja Dewi Kwan Im yang diselenggarakan di Kampung Sunghin, Kecamatan Merawang. Merupakan agenda Tahunan.

This annual event is held among Chinese community deifying Kwan Im goddes in Kampong Sunghin, sub-district of Merawang.




- A sebagai huruf yang kedua 
Quote:A untuk "Alangkah indahnya beragam tempat tujuan wisata yang dapat memanjakan mata..."

Tidak di pungkiri lagi, tempat wisata merupakan daya tarik dengan magnet terkuat untuk menggaet para wisatawan baik dari dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke Pulau Bangka  

Tuliskan saja salah satu nama kota yang ada di Pulau Bangka pada kolom search tab picture di situs search engine di dunia maya, pasti mata langsung di manjakan dengan beragam keindahan panorama wisata alam, tak hanya wisata alam yang di sajikan di Pulau Bangka, ada juga wisata sejarah yang tak kalah serunya, penasaran apa saja, cekidot gan 

Pha Kak Liang

Spoiler for Pha Kak Liang

Tempat ini berada di Desa Kuto Panji, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, sekitar 2 km dari Kota Belinyu atau 53 km dari Kota Sungailiat. Pha Kak Liang adalah sebuah kawasan yang bergaya china, yang dibangun di daerah bekas tambang timah, yang luasnya mencapai 2 ha. Wisatawan yang datang kesini seolah berada di kawasan daratan Hongkong atau Taiwan. Daya tarik bagi wisatawan di sini yang tak kalah menariknya adalah pengunjung dapat menyaksikan ikan air tawar yang besar-besar bermunculan dipermukaan air pada saat kita berikan makanan yang telah disediakan oleh penjaga setempat. Menurut ceritanya ikan-ikan tersebut tidak boleh dipancing atau dimakan.

This place is located in Kuto Panji Village, Belinyu District, Bangka Regency, some 2 km from Belinyu District, or 53 km from Sungailiat. Pha Kak Liang is a tourism area characterized with Chinese architecture constructed on a 2-hectare ex-tin mining area. Tourists visiting this area feel like they are visiting Hongkong or Taiwan.

The interesting point to visitors of this place is that they can enjoy looking at big fresh water fishes emerging from the water when they are feeding with fish too. According to local belief the fishes should not be fished or eaten.



Pemandian Air Panas Tirta Tapta Pemali

Spoiler for Pemandian Air Panas Tirta Tapta Pemali

Objek wisata satu ini merupakan aset wisata pantai yang terletak didesa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, sekitar 20 km dari Kota Sungailiat. Lokasi sumber air panas di Pemali pertama kali ditemukan pada zaman kolonial Belanda. Pada saat itu dilakukan eksplorasi timah oleh perusahaan B.T.W. (Bangka Tin Winning Bedrijt) yaitu perusahaan milik Belanda yang khusus bergerak disektor pertambangan timah di Pulau Bangka.

Setelah kemerdekaan RI perusahaan penambangan timah diambil alih dari pemerintahan kolonial menjadi sebuah perusahaan penambangan yang dimiliki oleh negara, yakni PT. TIMAH dan secara otomatis keberadaan lokasi sumber air panas menjadi bagian kepemilikan dan pengelolaan PT Timah. pada era dasa warsa 70-an, air panas pemali dipugar dan dikembangkan oleh perusahaan Timah, yang selama beberapa tahun sempat terawat dengan baik dan menjadi salah satu tempat rekreasi masyarakat . Air panas ini berasal dari air tanah aktif yang mengeluarkan belerang yang sangat ccocok bagi wisataan yang datang untuk kesehatan atau menghilangkan pegal-pegal dengan cara berendam dikolam air yang disediakan.

Hot Spring Tirta Tapta Pemali

This is one of other tourism assets of Bangka Regency beside beaches . It is located in Pemali Village, Pemali District, some 20 km from Sungailiat. The Hot Spring was first found during Dutch Colonial era by B. T. W (Bangka Tin Winning Bedrijf), a Dutch-owned tin mining company. Following the independence of the Republic of Indonesia the company was taken over and renamed PT. Timah and automatically, the existence of the hot water pathing site was under management of PT. Timah, state owned company. The Hot Spring was automatically put under the mnagement of PT. Timah. In the seventies, the hot spring was renovated and developed by the company to become a recreation place for the surrounding people. The water of the spring comes from active groundwater which contains sulfur, and it is believed could heal various health problems by bathing in the hot water ponds available.



Pantai Matras

Spoiler for Pantai Matras

Pantai landai berpasir putih halus sepanjang 3 km dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami. Terletak di desa Matras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, yang terletak disebelah Timur Laut Pulau Bangka. Pantai ini amat indah dan landai. Pasirnya putih dan halus. Panjangnya mencapai 3 km dan lebar 20 -30 meter. Pantai ini dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami, hingga sering disebut sebagai Pantai Surga. Pantai ini merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

The beach is located in Matras Village, Sinar Jaya Urban Village of Sungailiat District, or at the northern east area of Bangka Island. The beach has sloppy beach with white sand beautiful panorama. The beach spand 3 km long and 20-30 m wide. The beach has palm plant background and natural river flow generally called as Heaven's Beach and is the most visited beach in Bangka Regency.



Pantai Tanjung Pesona

Spoiler for Pantai Tanjung Pesona

Pantai ini terletak di Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat. Berjarak 9 km dari kota Sungailiat. Pantai ini berada di tengah tempat antara Pantai Teluk Uber dan Pantai Tikus. Pantai ini mempunyai panorama laut lepas, di atas tanjung dengan bebatuan yang besar. Pantai ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas wisata, dengan klasifikasi hotel berbintang tiga.

Located in Rambak Village, Sungailiat District about 9 km from the city of Sungailiat. The beach is located in between Teluk Uber Beach and Tikus Beach. This beach has open sea panorama over the bay and has also been completed with tourism facilities including 3 stars rated hotel.



Parai Beach Resort

Spoiler for Parai Beach Resort

Komplek wisata ini dilengkapi fasilias hotel bintang 4 dilatarbelakangi taburan formasi batu karang. Terletak di Desa Matras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat. Pantai ini telah dilengkapi fasilitas wisata dengan klasifikasi hotel berbintang empat dan berbagai sarana hiburan.

The beach is located in Matras Village , Sinar Jaya Urban Village of Sungailiat District. This beach has been completed with various tourism facilities, including four stars rated hotels and other leisure facilities.



Pantai Penyusuk

Spoiler for Pantai Penyusuk

Terletak di Desa Penyusuk kecamatan Belinyu dengan pantai yang landai dan alami serta dihiasi dengan bebatuan. Pantai ini banyak di kunjungi para wisatawan karena keindahan pantainya serta kejernihan airnya.

The natural and sloppy beach is marked by the clarity of its water surrounded by exotic isles where sea-turtle lays its eggs. The beach is located in Bukit Ketok Village, Belinyu district, about 77 km from Sungailiat



Pantai Pasir Padi

Spoiler for Pantai Pasir Padi

Pantai yang paling terkenal di Pangkalpinang. Pasir Padi merupakan salah satu pantai menawan di Pulau Bangka. Terletak di desa air itam, Pangkalpinang dan hanya berjarak 8km dari pusat kota. Membuat pengunjung dari luar daerah atau mancanegara, baik yang tiba melalui Bandara Depati Amir maupun Pelabuhan Pangkalan Balam, bisa langsung mengunjungi …
Pasir Padi merupakan salah satu pantai menawan di Pulau Bangka. Terletak di desa air itam, Pangkalpinang dan hanya berjarak 8km dari pusat kota. Membuat pengunjung dari luar daerah atau mancanegara, baik yang tiba melalui Bandara Depati Amir maupun Pelabuhan Pangkalan Balam, bisa langsung mengunjungi pantai ini.
Pasir Padi merupakan tempat wisata pantai yang paling ramai dikunjungi di hari libur. Pantai yang menghadap langsung ke Laut Cina Selatan tersebut menawarkan sejumlah panorama alam yang indah. Hamparan pantainya yang luas, kadang sampai 300 meter, ombak yang tenang membuat pantai ini sangat nyaman untuk berenang dan mandi.
Seperti kebanyakan pantai lain yang menawan di seantero Pulau Bangka, Panorama Pasir Padi dijamin akan membuat pengunjung berdecak kagum. Di bagian selatan pantai ini ada Pantai Tanjung Bunga. Nah, bagi Anda yang ingin menikmati pesona pantai ini tidak perlu takut kesasar karena rambu penunjuk arah ke obyek wisata sudah terpasang di beberapa tempat.
Sebagai pantai favorit masyarakat Pangkalpinang dan sekitarnya, objek wisata pasir padi telah dilengkapi oleh berbagai fasilitas penunjang. Tidak jauh dari pintu masuk pantai terdapat restaurant seafood yang terkenal. Ada juga hotel berbintang dua, dan sejumlah warung makanan dan minum. Di pantai ini bahkan sudah tersedia tempat hiburan karaoke dan diskotek yang terletak persis di pinggir pantainya.
Tidak hanya itu, dari Pasir Padi ini Anda juga bisa menyewa kapal kecil untuk berlayar menikmati keindahan dua pulau kecil; Pulau Panjang dan Pulau Semajun. Kedua pulau tersebut hanya berjarak dua mil dari bibir pantai. Pulau Panjang dihuni oleh beberapa keluarga nelayan.
Bagi Anda yang belum sempat menikmati makanan seafood di restaurant pasir padi, Anda tak perlu khawatir. Karena di pulau kecil ini Anda juga bisa menikmati masakan makanan laut, dari ikan-ikan segar, kepiting, dan sebagainya.



Lanjut lagi deh di post selanjutnya....




Pulau Ketawai
Spoiler for Pulau Ketawai

Pulau Ketawai

Pulau ketawai adalah salah satu pulau kecil kebanggaan masyarakat Bangka Tengah, di pulau ini akan di bangun resort, pulau ketawai dapat ditempuh melalui desa Kurau dengan jarak tempuh 30 menit menggunakan perahu dari dermaga desa kurau, di pulau ini juga terdapat terumbu karang yang dapat menambah wisata yang berbeda bagi pecinta diving.
Pulau Ketawai terletak pada posisi geogafis 02º 16’ 04” LS dan 106º 19’ 31” BT berjarak 49,51 km dari Kota Sungailiat atau sekitar 18 km dari Kota Pangkalpinang. Untuk mencapai pulau ini, kita dapat melewati penyeberangan dari Ketapang Pelabuhan Pangkal Balam atau dari Desa Kurau Kabupaten Bangka Tengah. namun, penyeberangan melalui Desa Kurau lebih umum digunakan untuk menuJu Pulau Ketawai.
Pulau Ketawai didominasi oleh pohon kelapa yang memang sengaja ditanam. Ekosistem pesisir di Pulau Ketawai terdiri dai ekosistem padang lamun (seagrass bed) danekosistem terumbu karang (coral reef). Sebelah timur pulau, didominasi oleh ekosistem padang lamun yang cukup luas dan merata. Ekosistem padang lamun di Pulau Ketawai didominasi oleh lamun jenis Thalassia hemprichii dan ditemui pula jenis Halodule uninevis. Selain itu ditemukan pula beberapa jenis makro alga.
Pulau Ketawai dan Pulau Gusung Asam merupakan objek wisata yang berada di Kabupaten Bangka Tengah, dan menjadi salah satu tempat yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan baik dari Bangka Tengah sendiri maupun masyarakat luar. Objek wisata pantai tersebut banyak dikunjungi wisatawan selain karena memang indah, juga mudah dijangkau wisatawan. Ekosistem terumbu karang yang cukup luas dan kondisinya cukup beragam. Luasan karang tidak merata di lokasi yang ditemukan. Kondisi karang yang ditemukan mulai dari kondisi yang sangat baik, sedang hingga semuanya tertutup makroalga yang didominasi oleh sargassum dengan tinggi mencapai satu meter.
Karang dengan kondisi sangat baik ditemukan dalam kondisi sehat meski ditemukan bulu babi (Diadema sp.). Karang yang paling disukai adalah jenis karang yang pertumbuhannya relatif cepat yaitu jenis karang acropora, terutama jenis karang meja (Acropora tumbulate) dan karang cabang (Acropora branching). Pada ekosistem terumbu karang yang kondisinya baik, terlihat karang dalam kondisi sehat dengan keanekaragaman jenis karang yang tinggi. Jenis karang yang ditemukan yaitu karang Acroppora branching, acropora tubulate, montipora, fungia, coral massif dan beberapa jenis softcoral.
Namun secara umum, jenis hardcoral yang banyak ditemukan adalah jenis karang Acropora branching dan acropora tumbulate. Selain itu, ditemukan juga jenis makroalga Halimeda sp. yang berwarga putih kehijauan dengan bentuk yang khas. Jenis ikan karang yang ditemui cukup beragam. Mulai dari beraneka jenis amphiprion, parrotfish, Lutjanus sp., kerapu, ekor kuning, damselfishes dan banyak lagi jenis ikan lainnya yang jumlahnya cukup banyak dan beragam. Disebelah timur dijumpai ekosistem padang lamun (seagrass) dan ditumbuhi juga oleh beberapa jenis makroalga dan rumput laut (seaweed). Ini mengindikasikan bahwa pulau ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah budidaya rumput laut di masa yang akan datang.
Investor nasional dengan bendera usaha PT Ketawai Indah Resort dan PT Mandiri Karya Intera di tahun 2011 telah mengalokasikan Rp 150 miliar untuk membangun sekitar 50 unit resor wisata di Pulau Ketawai. Investasi sebesar Rp 150 miliar dibagi menjadi tiga bagian yakni pembangunan resor, keramba apung ikan, dan dermaga marina. Pembangunan resor wisata di Pulau Ketawai menggunakan sistem `ecogreen` atau resor yang mengedepankan unsur keindahan alam. Selain itu, energi penerangan pada resor eksotik tersebut akan menggunakan energi matahari dan sistem daur ulang untuk ketersediaan air bersih. Resort yang ditargetkan untuk pengunjung bertaraf internasional tersebut akan memberikan berbagai pilihan hiburan untuk pengunjung sehingga dapat menikmati keindahan laut semaksimal mungkin.




Bukit Menumbing

Spoiler for Bukit Menumbing

Bukit Menumbing Mentok, Saksi Sejarah Pengasingan Soekarno
Bukit Menumbing sebagai tempat pengasingan Presiden Soekarno di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, ditempat ini terdapat beberapakisah sejarah dan peninggalan sejarah dari Bung Karno.
Wisma Menumbing yang didirikan pada 1927 berada di puncak Bukit Menumbing merupakan aset sejarah yang harus terus dilestarikan karena menjadi tempat pengasingan Presiden Soekarno dan para tokoh republik pada masa pemerintahan kolonial Belanda, memasuki rumah pengasingan ini, terlihat mobil BN 10 yang di parkir tepat di depan kamar Presiden Indonesia pertama ini.
Terdapat pula aula besar sekaligus kursi-kursi yang berderet sebagai tempat pertemuan beliau bersama para pahlawan lainnya, aura semangat perjuangan sangat terasa di ruangan ini. Terlebih di kamar sederhana beliau yang terdiri dari 2 kamar yang dibatasi dengan sebuah pintu, kamarpertama adalah ruang tamu dan ruang kerja, dan ruang keduaa dalah kamar tidur. Dalam ruangtamu dan ruang kerja terlihat kursi tamu yang mulai usang dimakan usia dan busanya turun karenaseringnya diduduki.
Berdasarkan informasi tertulis dan terpajang di ruang 102 Wisma Menumbing, Soekarno dan sejumlah tokoh nasional lainnya dibawa ke tempat ini dibagi menjadi tiga kelompok atau rombongan. Rombongan pertama Mohammad Hatta, Mr A.G. Pringgodigdo, Mr. Assaat dan Komodor Udara S Suryadarma yang diasingkan 22 Desember 1948 dari Yogyakarta. Kemudian rombongan kedua Mr. Moh Roem dan Mr. Ali Sastroamidjojo yang diasingkan dari Yogyakarta ke Manumbing pada 31 Desember 1948 dan rombongan ketiga Bung karno dan Agus Salim juga diasingkan ke Bangka pada 6 Februari 1949 dari tempat pengasingannya semula di Kota Prapat, Sumatera Utara.



Eeeehm,...penasaran gan? makanya langsung aja dateng ke Pulau Bangka, tempat wisata alam, pantai dan sejarahnya masih banyak lho,....


- N sebagai huruf yang ketiga 

Quote:N untuk "Nek dak? "Mau tidak?" sedikit contoh bahasa sehari hari yang di pakai masyarakat Bangka"
Biacara sebuah daerah tak lepas tentunya dari bahasanya yang "Khas" sama seperti daerah lainnya Bangka juga mempunyai bahasa daerah, memang benar bahasa daerahnya beragam, tapi saya coba ulas bahasa daerah Bangka yang lazim digunakan...."AOK"...."OK/IYA"

Nah ini dia agan - agan kaskuser kata - kata yang lazim digunakan di Pulau Bangka :
A, Aok = Iya, Agik = Lagi, B, Base = Bahasa, Berik = Memberi,
D, Dek Retak = Tidak Peduli (dek akan memiliki arti ketika diikuti kata tambahan), Dek Kawah = Tidak Mau, Dek Pacak = Tidak Bisa
G, Gi = Pergi, I, Ikak = Kalian, J, Jiat = Jelek, K, Kek = Dengan, L, Linot = Ngantuk, N, Nek = Mau, Ngireng = Marah, Ngeracau = Sembarang Bicara, U, Uto = Mobil

Sedikit tapi lumayan buat bekal agan - agan kalau berkunjung ke Bangka  so guys, "Cemane kire - kire, kapan ikak nek gi maen ke Bangka?


- G sebagai huruf yang keempat 
Quote:G untuk "Gurih dan nikmatnya aneka kuliner bangka yang wajib dicoba!..."

Hok Lo Pan (Martabak Bangka)

Spoiler for Hok Lo Pan (Martabak Bangka)

Kue Khas Hakka (khek) Bangka Hok Lo Pan ( Martabak )
Hok Lo Pan atau Martabak dalam Bahasa Indonesia, adalah Makanan Khas Bangka Belitung. Hok Lo Pan atau Martabak diciptakan oleh orang-orang Hakka ( Khek ) Bangka . Satu-satunya di dunia, makanan orang suku Hakka (khek) yang memakai nama suku Hoklo. Hampir semua orang di kota-kota besar seperti di kota Jakarta mengenal Martabak Bangka, nama aslinya di Bangka adalah Hok Lo Pan (Martabak ). Arti Hurfiah Hok Lo Pan ( Martabak ) adalah Kue Orang Hok Lo. Padahal ini asli kue orang Hakka ( Khek ) Bangka. Sejarahnya adalah benar martabak memang dibuat oleh Imigran Hakka ( Khek ). Murni hasil kreatifitas Hakka ( Khek ) Bangka. Jelas BUKAN kue buatan suku Hok Lo. Kelihatannya ini bagian dari Kelirumologi ala Jaya Suprana.
Mengapa ini bisa terjadi? Menurut analisa BUKJAM ada 2 sebab. Pertama, menggunakan kata Hok Lo maka gengsi dari kue tersebut lebih tinggi. Kedua, kue ini jenis baru. Belum ada di Tiongkok maupun di Bangka Belitung, Indonesia . Bukan juga kue Hakka ( Khek ) dan tidak pernah dimakan oleh orang Hakka ( Khek ) sebelumnya. Jadi asumsi tidak mungkin kue orang Hakka ( Khek ). Karena kedekatan suku Hakka (Khek) dan suku Hok Lo, Nah, jika bukan Hakka ( Khek ) maka Hakka ( Khek ) Bangka menduga mungkin ini jenis kue Hok Lo.
Hok Lo Pan ( Martabak ) adalah kue yang sangat sederhana. Membuatnya pun sepertinya mudah. Hanya 12 Menit BUKJAM menunggu Hok Lo Pan ( Martabak ) pun Jadi. Menggunakan tepung terigu, diolesi dengan mentega, ditaburi coklat butir campur kacang tanah dan wijen, atau Keju parut campur wijen, kemudian diberikan susu kental manis, selesai. Ringkasnya seperti itu. Kini, isi dalam Hok Lo Pan ( Martabak ) beragam, ada pisang, strawberry, blueberry, dll. Aslinya hanya wijen saja. Lengkapnya lihat di tulisan BUKJAM mengenai proses pembuatan Hok Lo Pan ( Martabak ) .
Kelirumologi Hok Lo Pan ( Martabak ) yang kedua adalah Hok Lo Pan ( Martabak ) di Semarang dikenal dengan sebutan kue bandung. Padahal jelas-jelas ini bukan kue bandung. Ini adalah kue orang Hakka ( Khek ) Bangka. Mengapa Hok Lo Pan ( Martabak ) di semarang dinamakan kue bandung? Hal ini ada sejarahnya. Sejarahnya adalah bahwa kue tersebut dibuat oleh orang Bangka yang menetap di Semarang dan diberi nama kue bandung. Yakni oleh Keluarga Cen, generasi ke-4 dari leluhur yang bernama Cen Khian Sam. Seorang imigran Hakka ( Khek ) dari Moi Yan . Pararel dengan itu ada pula Mie Bandung di lokasi jalan Gajah Mada Semarang , dan di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Indonesia.
Hok Lo Pan ( Martabak ) sangat sesuai dengan lidah orang Indonesia. Rasanya gurih, manis dan juicy. Sekali anda makan dijamin tidak cukup 1 potong saja. Pasti tambah lagi. Selain di Bangka Belitung, Hok Lo Pan ( Martabak ) ini sangat mudah ditemui diberbagai kota di seluruh Indonesia, seperti di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan.



Lempah Kuning

Spoiler for Lempah Kuning

Lempah ini merupakan makanan yang khas dan menjadi makanan utama dalam keluarga dan masyarakat, juga menjadi makanan dalam upacara adat dan keagamaan.
Makanan ini seperti sayur sop namun berwarna kuning. Terbuat dari ikan laut, potongan nenas dan campuran bumbu kunyit, lengkuas, bawang, gula dan garam. Rasanya gurih dan menyegarkan. Ikan yang digunakan biasanya ikan Kerisi yang banyak ditemui di perairan Bangka. Bentuknya kecil-kecil seperti ikan sarden. Ikan akan terasa lebih nikmat jika dimasak dalam keadaan segar. Sebab akan membuat daging ikan terasa lunak jika dimasak. Sayur ini banyak dijual di warung-warung.



Rusip

Spoiler for Rusip

Rusep atau Rosep adalah makanan tradisional orang Bangka. Makanan ini terbuat dari ikan teri difermentasi, kemudian disimpan dalam botol untuk diawetkan. Rusip diproduksi secara merata di setiap daerah di Kabupaten Bangka. Tetapi dengan masih dalam skala kecil bisnis (skala rumah tangga). Makanan ini sering ditemukan di toko-toko yang menjual makanan khas di Bangka, namun ada juga yang dijual langsung dari rumah ke rumah.

Rusip digunakan sebagai pengganti saus untuk salad. Dengan rasa lezat asin cocok jika dimakan dengan daun singkong muda yang telah direbus, atau sayuran lainnya dicampur dengan irisan bawang merah bersama dengan cabe sesuai dengan selera masing-masing individu. Beras biasanya dimakan sebagai teman.
Sebenarnya mudah untuk menemukan rusip, jika kita pergi ke pasar tradisional dan melihat hidangan di dalam botol berwarna abu-abu, dan ada cair irisan ikan maka tentu Rusip. Kita bisa membeli Per botol rusip Biasanya dijual seharga Rp. 3000, - menjadi Rp. 15.000, - tergantung pada kualitas dan kuantitas Rusip itu sendiri. Ikan yang digunakan untuk membuat Rusip nyata sangat beragam. Beberapa dibuat dari ikan kecil yang lembut tulang, ikan teri, tapi untuk kualitas nomor satu dari rusip biasanya terbuat dari ikan Tuna atau Makarel.



Lempah Jamur Pelawan

Spoiler for Lempah Jamur Pelawan

Lezatnya Masakan Kulat Khas Kuliner Masakan Bangka - Masakan kulat bangka atau istilah lain dari lempah kulat bangka merupakan salah satu masakan populer dikepulauan propinsi bangka belitung, kulat merupakan jamur bahasa sehari-hari masyarakat lokal bangka kulat ialah jamur jadi sebutan kulat itu jamur.

Lempah Kulat Masakan Bangka
Biasanya panen jamur saat musim hujan, dibangka yang sering menjadi populer masakan lempah kulat adalah jenis jamur pelawan atau jamur kedidir. Jenis jamur ini merupakan jamur yang sudah mulai diekspor nasional ataupun internasional.
Masakan khas Bangka ini sebenarnya sudah mulai populer didaerah bangka, tapi baru boomingsaat ada kompetisi Master Chef karena salah satu konstentan master chef ialah berasal dari bangka.
Masakan lempah kulat biasanya dimasak dengan santan atau dimasak lempah darat, dengan kuah santannya gurih pedas serta tambahan rasa asam membuat masakan lempah kulat kedidir dibanderol harga Rp 40000 perporsi tergantung jenis jamur apa yang dimasak diwarung bangka yang menjual masakan lempah kulat bangka, lezatnya masakan kulat khas kuliner masakan bangka.
Kulat pelawan setelah dimasak bertekstur lembut kenyil-kenyil, tidak mudah hancur, kuulat pelawan menampilakn roma asap (smokey) yang sangat khas sehingga dibanderol Rp 50000 perporsi, lezatnya masakan kulat khas kuliner masakan bangka.



Lempah Daret 

Spoiler for Lempah Daret

Lempah daret atau lempah darat merupakan masakan khas dari Pulau Bangka. Bahan pembuatan makanan ini terdiri dari pucuk idat, talas (di Bangka disebut keladi), belacan (terasi), bawang merah, garam, dan cabe rawit (cabe kecit). Lempah daret paling lezat bila dimakan bersama nasi dan ikan asin.



Waduh ane buat threadnya pas banget jam makan siang nih,..bikin perut kriuk kriuk teeeet toooot, lumayan menggugah selera disiang hari,  sebenernya masih banyak sih, tidak apa apa gan yang lainnya rahasia, biar agan - agan semuanya berkunjung lagi ke Bangka....


- K sebagai huruf yang kelima 
Quote:K untuk "Kota Adipura menjadikan Bangka terkenal dengan kebersihannya"...

Memang tidak semua kota di Pulau Bangka mendapatkan penghargaan Adipura, tapi beberapa kota di Pulau Bangka merupakan langganan penghargaan Adipura, jadi beberapa kota lainnya ikut menerapkan standart "kebersihan" ala Adipura 

Ada kota Pangkalpinang, Sungailiat dan Muntok yang merupakan kota di pulau Bangka yang "langganan" menerima gelar Kota Adipura...

Jadi agan - agan akan merasa makin nyaman dan betah jalan - jalan di Pulau Bangka...

Spoiler for Tugu Adipura Di Kota Pangkalpinang




Dan akhirnya  tibalah pada penghujung thread saya kali ini  kirain 5 huruf itu sedikit agan dan aganwati, ternyata lumayan juga 
Btw, untuk huruf terakhir atau huruf ke-6 "A" (pada bangk-A)

Quote:A untuk "Apalagi ya,..mungkin rekan- rekan kaskuser yang tinggal di bangka atau pernah ke bangka
bisa menambahkan 


Spoiler for Update Komen - Komen Terbaik dari Kaskuser

Quote:Original Posted By adeirawanz 

Amazing...utk sejarahnya
Amazing...utk perkembangannya
Amazing...utk budayanya
Amazing...utk pantainya
Amazing...utk kulinernya, trus
Amazing deh pokoknya 


Quote:Original Posted By iantho 
Ijin nambahin ya Gan....

Spoiler for Prasasti kenang2an menumbing (Drs>Moh. Hatta)


Spoiler for Ibu Norma (asli Bangka) Istri terakhir Sri Sultan Hamengkubuwono ke-9


Spoiler for Mobil Sukarno saat pengasingan di Mentok



Spoiler for Kamar pengasingan Sukarno-Hatta di Mentok


Spoiler for Meja Sukarno


Quote:Original Posted By JackAlizar 
Bangka 

pertama kali ke Pulau Bangka tahun 2000 (kalo gak salah  ) merantau mencari ilmu  (buat yang belum tau, ane asli belitung  )
3 tahun di Bangka, merantau ke Jakarta, lalu sejak 2008 kembali lagi ke Bangka sampai sekarang dan menetap di Bangka 
total udah 9 tahunan di bangka, bahkan belum semua tempat ane kunjungi 

kalo soal makanan, gak usah di omongin lagi karena ane emang suka makan  apalagi istri juga bisa masak 
soal keindahan alam, keliling bangka tiap hari juga gak bakal bosen  dan ane yakin selalu ada tempat baru yang bisa di kunjungi 
dan tempat itu gak hanya yang ada di internet loh 
soal keanekaragaman suku dan budaya? Bangka juga kaya  meski begitu, mereka saling menghormati dan menghargai loh 
kalo soal bahasa, sayangnya gak semua bahasa "kampong" ane paham 
kalo mau, mungkin bisa ke daerah kimak, atau tua tunu, atau daerah kacung, juga daerah lain yang bahasanya bikin 

buat ane, huruf A yang terakhir dari bangka adalah "Anugerah terindah yang pernah ku miliki"
menuntut ilmu, mencari rejeki, sampai menemukan jodoh dan membangun rumah tangga itu di Bangka 
dan kini, menemukan teman baru sekaligus keluarga baru, KRBB 























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya