Senin, 15 September 2014

Demi Cantik, Mereka Rela Rusak Organ Sampai Makan Cacing

Demi Cantik, Mereka Rela Rusak Organ Sampai Makan Cacing
   
 
Posted by Masagus Fadhli
1 week ago
Cantik itu menyakitkan. Mungkin semua orang sudah sangat paham sekali dengan ungkapan ini. Bahkan beberapa wanita memang sudah sadar agar terlihat menawan dan cantik, mereka harus rela melewati serangkaian metode yang menyakitkan.

Tanyakan saja kepada teman perempuanmu atau kamu sendiri para wanita. Mereka rela menghabiskan waktu di salon untuk menjalani facial, waxing, pembersihan komedo atau jerawat dengan bahan dan alat yang terkadang cukup menyakitkan.

Namun rupanya metode kecantikan yang mengerikan itu tidak hanya terjadi pada masa kini. Jauh sebelum era modern dimulai, wanita sepertinya sudah terbiasa untuk menyakiti dirinya sendiri. Dilansir Infobarrel, seperti inilah hal-hal gila yang dilakukan wanita demi jadi cantik.

1. Korset Rusak Organ



Pernah menonton film yang menceritakan mengenai kehidupan jaman Victoria atau di masa lalu? Kalau kamu sering menontonnya, mungkin kostum seorang wanita yang memakai korset adalah salah satu item yang cukup sering kamu lihat. Yap, pada masa 1890-an, seorang wanita yang dianggap cantik dan seksi adalah mereka yang memiliki tubuh bak jam pasir.

Korset itu bisa mengikat tubuh wanita dengan super ketat sehingga berpotensi merusak tulang iga, paru-paru bermasalah, mengganggu pernafasan dan organ pencernaan yang berubah bentuk.

2. Bedak Timah



Abad ke-17 adalah masa yang cukup sulit. Di mana orang-orang saat itu dihadapkan pada masalah kebersihan karena saat itu mereka percaya jika mandi bisa menghilangkan lapisan pelindung dari kulit dan membuat kuman mudah masuk ke tubuh mereka. Hal itu membuat para wanita bangsawan cukup jarang mandi. Namun mereka enggan terlihat seperti para buruh atau budak yang berkulit hitam sehingga menggunakan sebuah bedak dan make up berbahaya.

Mereka menggunakan bedak tabur berwarna putih yang terbuat dari...timah. namun hal tersebut dapat mengakibatkan pengelupasan kulit, ketergantungan sampai dengan kelumpuhan. Bahkan timah bisa membuat kulit wajah mereka menjadi hijau kehitaman.

3. Kaki Mungil China



Orang-orang China, terutama para wanita yang hidup pada masa Dinasti Qing percaya jika kaki yang kecil dan mungil adalah penggambaran kecantikan yang abadi. Semakin mungil kaki seorang perempuan, maka dia akan dianggap cantik. Sehingga muncullah metode kecantikan di mana kaki dibebat. Semenjak usia 9 tahun, anak-anak perempuan harus rela kaki mereka dibebat sebelum tulang kaki mereka tumbuh sempurna di usia 14 tahun.

Demi mendapatkan kaki seperti itu, tak jarang ibu jari harus relai dipotong. Bertahun-tahun menjalani metode ini dan memakai sepatu ukuran mungil, maka kaki-kaki mereka akan berbentuk tidak normal dan rentan infeksi karena sisa kuku jari yang tumbuh ke dalam.

4. Tetes Mata Beracun



Di Italia terutama saat masa abad pertengahan, memiliki pupil mata yang lebar dan berkilauan adalah hal yang wajib bagi wanita karena dianggap cantik. Sehingga banyak wanita yang mendambakan mata dengan pupil super besar dan selalu tampak berkilau sehingga seperti pandangan mata anjing yang bersedih.

Ekstrak Belladona namanya yang mampu membuat pupil seseorang membesar. Belladona memang membuat pupil melebar, tetapi sangat beracun jika tertelan. Penggunaan Belladona dalam jangka panjang bisa membuat seorang wanita buta. Sungguh, sejauh itukah untuk tampil cantik?

5. Makan Cacing Pita



Tubuh langsing memang sudah menjadi standar agar seorang wanita tampil cantik. Jika masa kini. Perempuan di abad ke-19 harus melakukan sebuah hal mengerikan. Pada masa itu, wanita dianggap menarik jika tubuhnya ramping dan memiliki lekuk tubuh. Mereka yang gemuk dan tidak tahu diet akhirnya memutuskan mengonsumsi cacing pita.

Metode ini memang bisa menurunkan badan tetapi sangat berbahaya apalagi cacing pita adalah parasit perusak hati. Cacing-cacing pita ini dimakan telurnya dalam bentuk pil yang kemudian menetas di usus. Nantinya cacing bakal tumbuh besar dan memakan seluruh nutrisi inangnya yang membuat wanita pemilik cacing pita kekurangan gizi dan jadi kurus. mau?

6. Make Up Nuklir



Semenjak era 1930-1950, nuklir adalah salah hal yang dikagumi. Banyak negara menang perang karena nuklir dan rupanya memunculkan ide kosmetik wajah wanita dari nuklit. Benar, pada saat itu, Thorium Klorida dan Radium Bromide yang berasal dari nuklit dicampurkan ke dalam make up demi membuat perempuan semakin cantik.

Namun mereka tidak tahu jika bahan radioaktif itu bisa memicu yang namanya kanker. Memang sih make up berbahan dasar radioaktif nuklir ini mampu membuat wajah kencang, menghilangkan lemak dan jerawat, tetapi dengan efek kematian dini karena kanker, wajah membusuk sampai menyala saat gelap.

7. Pembersih Dapur Untuk Miss V



Jaman dulu tidak semaju saat ini dan untuk menjaga kebersihan Miss V alias organ kelamin para wanita menggunakan cairan desinfektan.

Benar, desinfektan pada jaman saat ini digunakan untuk membersihkan dapur dari kuman dan bakteri. Namun perempuan jaman dulu menggunakannya agar menghilangkan bau dan gatal di organ kelamin. aneh bukan?

8. Luka Hilang Pakai Amplas



Bekas luka adalah hal yang begitu mengganggu kulit seorang wanita. Karena itu semenjak masa Mesir kuno, perempuan sudah menggunakan alat demi menghilangkan bekas luka yakni amplas. Ya, luka yang ada di tubuh akan digosok-gosok oleh amplas hingga tampak halus. Metode gila ini mampu bertahan sebelum akhirnya hilang sendiri.
Namun pada tahun 1890-an, seorang dokter di Jerman punya ide lebih gila lagi. Di mana dia berkata bahwa pisau yang berputar dengan kecepatan tinggi mampu menghilangkan bekas luka. Memang sih, bekas luka akan hilang karena pisau cepat itu mengikis lapisan luka, tetapi malah menghasilkan luka lain. Sama aja dong haduuuh...

(kapanlagi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya