Senin, 29 September 2014

Koleksi Foto Hitam Putih Indonesia Jaman Hindia Belanda

mata ber kunang kunang...


ini adalah warong-warong di jalan Pasar Baroe Garoet. Terlihat jalan masih berupa jalan tanah, belum ada bangunan permanen. Nama jalan ini sampai sekarang tidak berubah, tetap Jalan Pasar Baru, namun sudah dipenuhi oleh toko-2 kelontong. Salah satu warong tamnpak menjual kayu bakar. Ini manusia nya pada kemana yaa...sepi begini..Foto diambil tahun 1880.
sebetulnya sdh ngantuk nih....


ini adalah salah satu kesenian tradisional kuno di garut , namanya Rengkong, breupa alat tiup dari bambu. Kesenian ini mungkin skrg sdh punah. Luhat sarung yang di pakai, motif nya khas Motif Garoetan. kaum Pria dulu menggunakannya. Foto diambil tahun 1925.


ini adalah kampoeng Wanaradja. Bentuk rumah khas Sunda, yaitu Julang Mapak, dengan atap Tinggi. Bentuk rumah ini diadaptasi oleh para arsitek Belanda karena ternyata sangat cocok untuk daerah tropis yang panas spt Indonesia. Kalau agan-2 perhatikan di jalan Cipaganti Bandung, Jalan Cilaki dan Jalan Gempol Wetan, masih terdapat rumah-2 dengan bentuk Suhunan spt ini. Skrg beralih kepada penduduknya, tampak kaum pria dewasa menggunakan kemeja dan ikat kepala khas sunda dan sarung, belum ada yangberani memakai celana panjang saat itu. anak-2 banyak yang bertelanjang dan orang tdk mampu hanya memakai sarung saja tanpa kemeja. Sandal hampir tidak digunakan pada saat itu. Kaum wanita masih bertelanjang dada...nanti ane upload foto nya...bb+17 jaman dulu..sabar gan.. o ya...foto ini diambil tahun 1890..


naaah ini adalah foto dari Talaga Bodas, sebuah danau besar yang terbentuk dari letusan gunung Talaga Bodas. Kalau dari tadi ane banyak menulis tentang gunung, memang kota Garut ini di kelilingi oleh berbagai gunung berapi gan! Di Telaga bodas pada saat itu terdapat pusat pengolahan belerang untuk dijadikan bahan obat. kalau agan mau kesana, ambil arah Wanaraja. Tapi jalan nya rusak berat, harus menggunakan kendaraan Jeep 4WD. Foto diambil pd tahun 1880.


nah ini adalah foto dari Pemoeda Garoet tahun 1940. Rumah-rumah masih bilik dengan atap Ijuk. Rumah spt ini masih bisa kita temukan sekarang. Koq tidak ada kemajuan ya gan...? anak-anak kecil di depan menderita busung lapar atau cacingan, biasanya kaki korengan dan kepala juga bisulan sehingga harus di cukur gundul.


Nah ini foto kegiatan di Pasar Baroe Garoet tahun 1900. Para pedagang banyak yang menggelar tikar saja. Sekarang keturunan mereka mungkin menjadi PKL, dan sebagian lagi mungkin sdh menjadi konglomerat.


Pemadangan jalan menuju laut Pameungpeuk Garut 1920-1940

Ini adalah foto dari Mevrouw Heleen dengan temannya. diambil di Ngamplang tahun 1926. Itu kalung mas nya berapa gram yaa....?


ini adalah foto Mesdjid Tjibatoe Garoet. Lihat bentoek Masdjid nya gan...walaupun dari bahan sederhana tapi nampak indah sekali dan menyatu dengan lingkungan. Mesdjid ini tidak menggunakan Kubah dengan 2 Menara kembar di depan. Sudah menggunakan genting kodok. Rangka bangunan Mesdjid menggunakan kayu, biasanya kayu Rasamala dan Saninten khas Jawa Barat, dan dinding menggunakan Bilik Bamboe dan di kapur putih. Tampak di depan Mesdjid ada yang bersalam salaman. Semua umat memakai baju baroe, mungkin ini diambil pada saat hari raya Iedul Fitri. Foto diambil tahun 1925.

ini adalah Masdjid Istri, Masdjid Khusus kaum Wanita, terletak di jalan Pengkolan Garoet. Sekarang sdh tidak ada, entah dimana. Tampak ibu-ibu dan anak-2 perempuan berfoto disana. Semuanya menggunakan kain batik khas Garutan. Jenis batik ini sudah hampir punah, sekarangn hanya tinggal 1-2 orang saja yang serius menekuninya. Di depan Masdjid ada kolam kecil tempat wudhu. Bentuk kubah masih seperti bentuk stupa candi, mungkin masih ada pengaruh Hindu atau Budha. Lihat dindingnya, sduah menggunakan batu bata, dan dibuat dengan rapih detail yang cukup baik, terlihat dari profile-2 nya. Foto diambil tahun 1925.

ini masih kelanjutan foto perayaan Pasar malam di Tjibatoe Garoet. Tampak pejabat belanda berpakaian putih, dan Opas-opas pribumi menggunakan baju hitam. Opas-opas ini lebih galak dari si Belanda nya Gan...biasanya mereka adalah para pendekar dan jago silat.
 
Ini di stasiun Tjibatoe garoet

 
ini adalah toko kelontong orang TiongHoa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya