Senin, 26 Desember 2011

Ayo! Berwisata ke Semarang

Laporan Azwir
Alumnus Pascasarjana KARS FKM UI


PADA tanggal 23-25 Nopember 2011, saya berkesempatan mengunjungi Kota Semarang, ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah dalam rangka Bimtek Satuan Pengawas Internal Rumah Sakit (SPI RS). Dari Jakarta saya memutuskan untuk menempuh jalan darat menuju kota Semarang, pilihan saya jatuh pada moda transportasi kereta api.

Setelah kurang lebih tujuh jam menempuh perjalanan, saya tiba di Stasiun Semarang Tawang. Stasiun Semarang Tawang adalah satu di antara dua stasiun kereta yang berada di Semarang. Stasiun ini mengangkut penumpang yang akan naik kereta bisnis dan eksekutif. Stasiun Tawang berada di bagian utara Kota Lama, tepatnya di jalan Taman Tawang nomor 1, Semarang. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia. Sejak pertama kali di bangun pada tahun 1868, tak banyak perubahan terjadi di Stasiun Tawang.

Mulai Juli 2009 Stasiun Tawang ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) sebagai bangunan cagar budaya. Penetapan ini dilakukan setelah ada peraturan tentang pelestarian bangunan kuno terhadap kondisi fisik stasiun. Salah satu penerapan peraturan tersebut yang kini dilaksanakan adalah restorasi Stasiun Tawang agar kualitas bangunan dan kebersihan tetap terjaga.


Setelah Shalat Subuh di Mushalla Stasiun, saya menggunakan becak dayung menuju Hotel Semesta tempat saya menginap. Kalau becak di Aceh penumpang berada di samping pengendara, tapi becak disana penumpang berada di depan pengendara. Keluar dari stasiun saya melewati kota lama. Kota Lama adalah potongan sejarah, karena dari sinilah ibukota Jawa Tengah berasal. Semarang dan Kota Lama seperti dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan begitu saja. Dan tentu saja ini menghadirkan keunikan tersendiri. Sebuah gradasi yang bisa dibilang jarang ada ketika dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya.


Secara umum karakter bangunan di wilayah Kota Lama ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang. Tentunya mereka membawa sebuah konsep dari negara asal mereka untuk dibangun di Semarang yang nota bene tempat baru mereka


Potensi wisata di Kota Semarang memang bukan terletak pada obyeknya, tetapi pada nilai kearifan lokal seperti bangunan bersejarah dan bangunan religi. Kota Semarang juga memiliki taman bermain, pemandangan alam dan wisata kuliner yang sangat memikat. Untuk tempat bersejarah yang layak dikunjungi antara lain: Lawang Sewu; Tugu Muda; Museum Mandala Bakti; Museum Ronggowarsito; Museum Jamu Jago; Museum Nyonya Meneer dan Muri.


Untuk bangunan religi antara lain seperti Masjid Agung, Gereja Blenduk dan Klenteng Sam Poo Kong. Semarang juga memiliki tempat wisata bermain untuk anak-anak, seperti Wonderia dan Istana Majapahit. Bagi yang gemar melihat keindahan alam, diantaranya dapat berkunjumg ke Goa Kreo, Agro Wisata Sodong serta Kampung Wisata Taman Lele. Untuk menunjang kebutuhan para wisatawan, Kota Semarang juga sudah mempersiapkan hotel dari yang paling murah sampai hotel berbintang. Transportasi yang mudah dan nyaman, biro perjalanan yang siap memandu perjalanan para wisatawan dan kalau berkunjung ke Kota Semarang jangan lupa dengan wisata kuliner dan makanan khasnya, bandeng presto dan wingko babat.

Kota Semarang sendiri memiliki luas 373,70 km atau 37.366.836 Ha.  Penduduknya sangat heterogen terdiri dari campuran beberapa etnis,  Jawa, Cina, Arab dan keturunanya. Juga etnis lain dari beberapa daerah di Indonesia yang datang di Semarang untuk berusaha, menuntut ilmu maupun menetap selamanya di Semarang. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam, kemudian berikutnya adalah Kristen, Katholik, Hindu dan Budha. Mata pencaharian pendududuk beraneka ragam, terdiri dari pedagang, pegawai pemerintah, pekerja pabrik dan petani.

Kendati warganya sangat heterogen , namun kehidupan sosial masyarakat Kota Semarang sangat damai. Toleransi kehidupan umat beragama sangat dijunjung tinggi. Inilah faktor yang sangat mendukung kondisi keamanan sehingga Semarang menjadi kota Indonesia yang sangat baik untuk pengembangan investasi dan bisnis.

Sebagai kota Metropolitan dan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang juga memiliki fasilitas yang sangat memadai. Di sini terdapat fasilitas pelabuhan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas perbelanjaan dan kawasan bisnis. Walaupun Semarang dari hari ke hari makin berkembang tetapi mereka tidak pernah lupa pada sejarah, ini dibuktikan dengan tetap berdirinya bangunan-bangunan tua yang di bangun pada jaman Belanda.

Semoga kita juga bisa merawat bangunan bersejarah yang ada di daerah Aceh, dan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Editor : arif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya