Senin, 26 Desember 2011

Bangkok, Kota tanpa Hambatan

BELAJAR di Thailand memiliki banyak manfaat terutama peluang untuk memperoleh pendidikan berkelas internasional dalam lingkungan yang kaya akan budaya dan sejarah. Di samping itu. faktor lain yang menguntungkan adalah biaya hidup yang relatif rendah dan biaya sekolah yang wajar, komunikasi dan infrastruktur transportasi yang baik, serta keramahan orang-orang Thailand.

Pengalaman saya menjadi mahasiswa program master di Chulalongkorn University bidang study International Development Studies menjadi kebanggaan tersediri. Program international yang diikuti 22 mahasiswa dari 12 negara serta pengajar dari Inggris, Australia dan  Canada itu menjadi program yang unik di Asia Tenggara.

Mewakili satu-satunya dari Indonesia di tahun 2010-2011 dengan mendapatkan beasiswa dari ASEAN Fondation-Siam Cement Group menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya.

Selama belajar di Bangkok, saya mendapatkan kesempatan untuk eksplor kota yang identik dengan kota bisnis tersebut, sangat banyak pengalaman dan wawasan yang saya dapat. Contoh kecil, ketertiban angkutan umum menjadi kenyamanan tersendiri untuk studi di kota itu. Saya ingat ketika membawa istri dan anak untuk ikut menemani saya belajar di Bangkok. Biasanya saya mengajak istri dan anak saya yang masih berumur 1 tahun untuk jalan-jalan dengan menggunakan bis kota, BTS (sky train) dan MRT (subway train).

Pada suatu waktu saya bersama istri dan anak menumpang salah satu bis kota menuju ke taman Chatuchak yang sangat terkenal dengan pasar belanja murah yang berjarak kira-kira 20 menit dari tempat saya tinggal di Petchburri yang juga terdapat kantor KBRI Bangkok. Saat itu bis sudah penuh sehingga kami harus berdiri. Namun para penumpang yang lain dengan sengaja berdiri dan memberikan tempat duduk kepada istri saya yang sedang membawa anak. Penghormatan serupa juga berlaku untuk orang tua dan penyandang cacat.

Pemerintah Thailand juga menyediakan transportasi gratis bagi masyarakat. Saya banyak menemukan bis gratis di setiap jalurnya.

Di samping itu, negara yang terkenal dengan semboyan The Land of the Thousands Smile ini juga terkenal dengan wisata makanan, termasuk untuk turis-turis dari negara muslim.

Terhadap wisata kuliner ini tidak bisa dilewatkan sederet penjaja makanan dan warung makan di Gang Soi Jet, sebuah komunitas muslim dengan aneka produk halal. Soi Jet terletak di Petcburi Road tidak jauh dari tempat tinggal saya, Petchburi.

Kendala bahasa memang menjadi persoalan tersendiri. Meski demikian, khusus di Bangkok tak terlalu sulit juga menemukan warga Thailand yang mampu berbahasa Inggris. Sedangkan di kawasan muslim Soi Jet, karena banyak yang berasal dari Thailand Selatan, maka banyak yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Melayu, walau terkadang sulit dipahami.(*)

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke: redaksi@serambinews.com

Editor : hasyim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya