Minggu, 28 Juli 2013

Di setiap bulan Ramadhan, pastinya banyak sekali menu-menu berbuka puasa yang khas dari daerah-daerah di Indonesia, salah satunya yaitu menu bubur. Tradisi membagi bubur telah lama ada sejak ratusan tahun yang lalu dan umumnya tradisi ini digelar dalam kawasan masjid-masjid kuno di sejumlah daerah.

Berikut beberapa bubur yang khas di bulan Ramadhan :

1. Bubur Samin
Spoilerfor Bubur Samin

Tepatnya di Masjid Daarussalam yang terletak di Desa Jayengan, Serengan, Solo Jawa Tengah memiliki cara sendiri untuk berbuka puasa, yakni dengan memasak bubur samin secara berjamaah dan membagikannya secara gratis kepada warga sekitar menjelang buka puasa.
Bubur yang menggunakan minyak samin untuk membuat bubur ini terasa sedap, dan kemudian dijadikan nama untuk bubur ini adalah makanan buka puasa yang sudah dijalankan dari turun temurun.
Bubur ini sudah ada sejak lebih kurang 70 tahun silam. Berawal dari rantaun anak Banjar ke Solo untuk berdagang, mereka menetap dan membuat tradisi buka puasa bersama pada saat Ramadhan, hingga terciptalah bubur samin dari masa ke masa.
yang menjadi ciri khas bubur ini adalah terbuat dari potongan daging sapi, rerempahan dan sayuran, susu, dan beras. Diolah dalam wajan yang besar, beras, susu, rerempahan dan daging sapi dimasak hingga matang yang dilakukan oleh minimal 3 orang pria muslim.
Selain nikmat saat disantap berbuka puasa bersama, bubur ini memiliki kandungan vitamin yang sangat banyak untuk mengembalikan stamina tubuh.


2. Bubur Mudhor
Spoilerfor Bubur Mudhor

Disebut bubur muhdhor karena menu ini dibuat di halaman Masjid Muhdhor yang terletak di Jalan Pemuda, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Kota Tuban, Jawa Timur. Uniknya, bubur ini dimasak oleh koki yang semuanya laki-laki. Mereka adalah sekira 6-10 warga keturunan Arab yang memasak menu ini mulai pukul 13.00 WIB.
Bubur muhdhor dibuat dari beras biasa, dicampur bumbu gulai, santan, dan rempah rempah. Untuk membuat muhdhor, beras yang dibutuhkan setiap harinya mencapai 30 kilogram.
Menurut takmir Masjid Al Muhdhor, Agil Al Bunumay, pembuatan bubur khas Timur Tengah ini merupakan tradisi tahunan setiap bulan Ramadan, yang sudah di lakukan turun-temurun sejak sebelum Indonesia merdeka.
Saat itu, warga Indonesia masih dalam kondisi sengsara dan hidup serba kekurangan. Bubur ini dibagikan secara gratis kepada siapa saja yang menginginkannya, termasuk musholla dan masjid yang dekat dengan Masjid Al Mudhor


3. Bubur India
Spoilerfor Bubur India

Bubur dengan rasa gurih dan berasa seperti gulai itu bisa ditemui sepanjang ramadhan di masjid Jami' Pekojan. Masjid Jami tertua di semarang yang berada dijalan Pekojan di sebuah sudut kampung Petolongan, Purwodinatan, Semarang Tengah.
Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain, beras (minimal 14 Kilogram dan maksimal 20 Kg), Kelapa sesuai hitungan beras (jik 14 KG maka 14 butir), bawang merah, bawang putih, onclang, serai, jahe, kayu manis, hingga penyedap rasa. Penyajiannya biasanya dicampur sayur lodeh atau gulai kambing.
Masjid Jami ini telah lama menyajikan takjil puasa dengan membuat bubur India, tradisi itu sudah ratusan tahun lalu. Saat pedagang dari Gujarat (India) datang ke Semarang, mereka mendirikan pemukiman muslim. Tidak hanya itu, para orang india pun mendirikan masjid.
Berawal dari itulah, bubur india dikenal. Tradisi dari India dibawa dan dikenalkan ke masyarakat pribumi saat itu. Lalu diwariskan ke pengurus masjid. Semenjak itulah, tradisi itu tidak pernah luntur hingga sekarang.


4. Bubur Suruh
Spoilerfor Bubur Suruh

Bubur suruh ini tentu saja bukan bubur biasa. Cita rasa yang membedakan: sedikit pedas bercampur gurih. Ala masakan Arab atau India seperti kari. Bubur suruh ini sepintas mirip bubur jagung. Berwarna kuning kecokelatan. Bahan pembuatnya, tepung beras, santan kelapa, bumbu gurih, kayu manis, balungan (tulang sapi dengan sedikit daging), dan lemak.
Bubur ini dibuat dan dibagikan gratis di kompleks makam Sunan Bonang, di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban, Jawa Timur. Yang memasak adalah dua orang wanita dengan dibantu seorang pria. Proses memasaknya memakan waktu sekitar dua jam. Lumayan lama dibanding saat pembagian yang hanya perlu waktu kurang dari 20 menit untuk menghabiskan tanpa sisa.
Tak jelas entah sejak kapan tradisi bubur suruh ini mulai diadakan di Makam Sunan Bonang. Yang jelas, tradisi itu sudah ada sejak lama. Meniru tradisi konsumsi bubur berasa gurih, yang biasa dilakukan di negara-negara Jazirah Arab. Di sana bubur semacam ini disebut dengan bubur harizah.
Tradisi temurun ini dilakukan masyarakat Tuban setiap tahun, sejak awal hingga berakhirnya Ramadan. Mereka tidak hanya memasak untuk kalangan sendiri, tapi juga membagikannya pada siapa saja yang datang, termasuk wisatawan. Nama bubur suruh itu pun diambil dari waktu pembagian bubur menjelang senja. Dalam bahasa Jawa disebut dengan surup, yang kemudian menjadikan bubur ini disebut dengan bubur surup.
Frase bubur surup, seiring dengan berjalannya waktu kemudian berganti karena warga lebih mudah menyebutnya dengan nama bubur suruh.


5. Bubur Asyura
Spoilerfor Bubur Asyura

Bubur Asyura dikenal juga dengan bubur lambuk. Bubur ini bisa ditemui di Tanjung Uma, Batam. Bubur yang terbuat dari beras, santan cair, santan kental, garam, daun salam, ikan bilis, serta wortel tersebut, konon ceritanya, lahirnya nama bubur tersebut berawal dari peritiwa 10 Muharram yang erat kaitannya dengan Hari Asyura.
Berawal dari angka 10 tersebut, maka dalam membuat ramuan bubur Asyura, campuran ramuan hendaklah terdiri daripada 10 jenis bahan makanan, jangan dikurang dan jangan dilebih. Jika tidak, ia tidak dinamakan bubur Asyura. Sebenarnya bubur ini khas melayu sehingga dapat ditemui juga di negara Malaysia dan sekitarnya.
Berbeda dengan daerah lain, tradisi bubur ini dilestarikan warga Tanjung Uma, Batam, Dalilah Harap bersama keluarganya. Setiap hari dirinya yang juga dibantu para kerabat memasak sekitar 10kg beras untuk membuat bubur Asyura dan dibagikan ke warga sekitar secara gratis.


6. Bubur Pedas
Spoilerfor Bubur Pedas

Bubur pedas adalah masakan khas etnis Melayu, Sumatra Utara. Meski demikian, bubur pedas ini juga dikenal di sebagian daerah Kalimantan dan Malaysia dengan resep yang berbeda. Makanan itu dimasak dengan santan dan bumbu yang sebelumnya sudah disangrai. Bumbu ini terdiri atas beras, ramuan rempah, di antaranya temu kunci, temu mangga, adas manis, dan jintan, kacang-kacangan dan jagung, serta daun-daunan yang dipercaya baik untuk kesehatan.
Selain itu, masih ditambah kepala ikan kakap, serta ikan teri. Ada juga yang menambahkan daging segar dan bermacam ikan.
Makanan tersebut sama sekali tidak ada cita rasa pedas, tetapi panas. Rasa hangat muncul saat makanan ini melewati tenggorokan yang kemungkinan menjadi alasan mengapa disebut bubur pedas.
Bubur pedas menjadi kuliner khas Ramadhan. Sejumlah masjid besar di Medan dan kota-kota kecil di Sumatra Utara, seperti Binjai, Tanjung Pura, Deli Serdang, dan Tanjung Balai, menyediakan bubur pedas sebagai santapan berbuka puasa. 


7. Bubur Kanji Rumbi
Spoilerfor Bubur Kanji Rumbi

Bubur Kanji Rumbi adalah makanan khas Aceh yang hanya dapat dijumpai pada bulan suci Ramadhan, diracik dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan daun serai. Selama bulan Ramadhan pengurus Masjid Raya Baiturrahman, menyediakan menu tradisional bubur Kanji Rumbi untuk berbuka puasa bagi warga dan para musafir.


8. Bubur Gandum
Spoilerfor Bubur Gandum

Bubur Gandum atau bubur kuning menjadi cirikhas saat Ramadhan dikampung arab Bondowoso,Jawa Timur. Ratusan kepala keluarga di daerah itu rata-rata menyiapkan sajian istimewa ini. Bubur ini sengaja mereka siapkan untuk santapan berbuka yg biasaya diberikan kepada para jemaah yang hendak berbuka puasa di masjid maupun di rumah sendiri. 


9. Bubur Sabilal
Spoilerfor Bubur Sabilal

Bubur Sabilal ini merupakan salah satu bubur khas Ramadhan dari Banjarmasin. Bubur sop dengan bahan-bahan beras, kentang, wortel, daging, telur, ayam iris, rempah-rempah dan minyak samin memang ikon menu berbuka puasa Masjid Sabilal Muhtadin sejak tahun 80-an.
Hj Sabah merupakan tokoh utama di balik layar keberadaan Bubur Sabilal ini yang dibantu mertuanya Hj Badariah di kediaman di Jalan Antasan Kecil Timur RT 11 Banjarmasin. Ibu mertuanya Hj Badariah adalah orang pertama yang dipercaya petugas Masjid Sabilal untuk menyiapkan hidangan berbuka untuk jamaah masjid terbesar di Kalimantan Selatan ini.
Selain melayani kebutuhan jamaah Masjid Sabilal, dua masjid dan sebuah mushalla (langgar) di Kota Banjarmasin juga memesan bubur buatan Sabah sebagai menu berbuka puasa bagi para jamaahnya.


10. Bubur Ayam Al Jihad
Spoilerfor Bubur Ayam Al Jihad

Bubur Al jihad merupakan bubur khas Ramadhan dari Banjarmasin yang lain yang disediakan di Masjid Al Jihad yang terletak di Jalan Cempaka Besar Banjarmasin. Sudah puluhan tahun mereka menyediakan hidangan untuk jemaah dan umum yang ingin berbuka puasa. Penyajian Bubur nasi khas Masjid Al jihad ini ditambah juga ayam dan telurnya.


Karena keterbatasan TS, mungkin masih banyak lagi Bubur yang khas untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan ini...

Spoilerfor Sumber
diolah dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya