Senin, 29 Juli 2013

Indonesia juga punya produsen Bom dan Roket Militer di Malang [Ekspor ke Chile]


Saat ini pemerintah menghimbau dan memberi peluang yang besar pada perusahaan – perusahaan dalam negeri untuk dapat memproduksi ALUTSISTA dalam negeri.
Hal ini dimaksud untuk mengurangi ketergantungan TNI / POLRI pada pembelian Alutsista luar negeri dan menghindari resiko karena adanya EMBARGO dari negara luar disamping itu kegiatan tersebut diatas akan banyak memberikan peluang / kesempatan kerja untuk tenaga kerja di dalam negeri serta mengurangi devisa yang mengalir ke luar negeri.
Quote:Salah satu yang tertarik untuk mengikuti program tersebut adalah CV. Sari Bahari yang terletak di Malang Jawa Timur. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 oleh Ir. Ricky Hendrik Egam. Awal berdirinya perusahaan ini adalah khusus menangani pengadaan dari perusahaan negara yang bergerak di bidang industri strategis (BUMNIS) [termasuk PT. Pindad] berupa mesin–mesin maupun spare part mesin yang mana peralatan tersebut di supply langsung dari luar negeri (importir) dan baru pada tahun 2000, mereka akhirnya bisa memproduksi roket dan bom.
Sejauh ini, CV. Sari Bahari telah berhasil memproduksi beberapa Alutsista (telah bersertifikat yang dikeluarkan oleh DISLITBANGAU (Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara) dan DISLAMBANGJAU TNI AU) seperti :

1. Bomb P 100 – 120 / Practice / Live (telah di uji coba dengan pesawat tempur SUKHOI)
Quote:Bom P 100 – 120 Sejenis dengan OFAB 100-125. Bom P100 memiliki spesifikasi panjang total 1,130 milimeter, berat total 100-125 kilogram, diameter 273 milimeter.
Bom ini dibuat dari bahan besi nodular untuk body, Baja VCN 15 untuk suslub, dan SP – 37 untuk bagian ekor. Ekornya sendiri memiliki panjang 410 milimeter.

Spoilerfor Bomb P 100 – 120


Spoilerfor Uji statis & uji dinamis Bomb P-100 L di Pandanwangi – Lumajang
Pada Bulan Desember 2009, CV. Sari Bahari bekerjasama / didukung penuh oleh DISLITBANGAU mengadakan Uji Dinamis Bomb P-100 L ( Live ), dimana Bomb tersebut adalah pengembangan dari Bomb Latih P-100 terdahulu.



Bomb P-100 L dinyatakan layak untuk dapat digunakan sebagai Bomb Live Kaliber 100-120 Kg oleh TNI AU pada tanggal 21 Oktober 2010 dan dinyatakan dalam Sertifikat Prototype yang dikeluarkan oleh DISLITBANGAU dan Sertifikat Kelaikan dari DISLAMBANGJAAU tahun 2010.
Pada tangal 10 November 2010 dalam acara Indo Defence 2010, CV.Sari Bahari menandatangani Nota Kesepahaman kerjasama dengan TNI AU dalam pengadaan Bomb P-100 dan Bomb P-100L buatan dalam negeri disaksikan oleh Presiden RI dan Menteri Pertahanan.
Spoilerfor Video Bomb P-100
Spoilerfor Uji Tembak dengan SUKHOI
Bom P100 juga telah diuji uji coba penembakan air-to-ground menggunakan Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, di AWR (Air Weapon Range) Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan.


2. WARHEAD PRACTICE CAL 2.75″ (70mm) PSB SMOKEY [telah di Ekspor ke Chile, mengalahkan Rusia dan AS]
Quote:Roket dengan jelajah 8 kilometer ini digunakan TNI Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat. Sejak 2000, TNI melalui Kementerian Pertahanan memesan sekitar 3 ribu buah. Roket ini bisa diluncurkan dengan pesawat, di atas kapal maupun di daratan.

Pada bulan Maret 2013 Sari Bahari telah mengeskpor 260 kepala roket latih (smoke warhead) kaliber 70 milimeter (mm) ke Republik Chile di Amerika Selatan.
Quote:Ini merupakan ekspor pertama CV. Sari bahari dan telah berhasil menyisihkan 43 negara dalam tender internasional termasuk Rusia dan AS
Chile ternyata tertarik pada hulu ledak ini setelah melihatnya saat pameran Indo Defence Expo 2012 lalu. CV. Sari Bahari kemudian mengirimkan contoh dan spesifikasi roket yang 70% komponennya dibuat di Indonesia ini kepada Chile. Soal harga dan akurasi tembakan, roket ini bersaing dengan produk dari negara-negara lain.

Spoilerfor WARHEAD PRACTICE CAL 2.75″


3. FOLDING FIN AERIAL ROCKET CAL. 2.75″ (70mm) [Untuk SUKHOI juga]
Quote:Selain memproduksi roket latih 70 mm, CV. Sari Bahari juga memproduksi roket jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) yang hulu ledaknya sudah sesuai dengan standar NATO. FFAR diproduksi dengan bekerjasama dengan sebuah BUMN yang bergerak di bidang bahan eksplosive yaitu PT Dahana. Produksi selongsong FFAR dilakuakn di CV. Sari Bahari dan pengisian bahan peledak dilakukan oleh PT Dahana di Subang, Jawa Barat.
Oleh TNI, khususnya TNI AU, FFAR ini digunakan sebagai amunisi Super Tucano dan kaliber 80 mm digunakan untuk Sukhoi.

Spoilerfor FFAR



4. CONTAINER MOTOR ROCKET CAL .2.75″
Quote:
Spoilerfor Container


5. MOUNTING STAND GUN FOR CAL. 5.56″ – 12.7″ mm
Quote:
Spoilerfor Mounting


Dari agan yang di Malang :
Spoilerfor agan Malang


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya