Kamis, 08 Desember 2011

Ada Katak Cuma Sebesar Penjepit Kertas


Kamis, 8 Desember 2011 20:31 WIB

SERAMBINEWS.COM, VIETNAM - Peneliti menemukan dua spesies katak baru di Vietnam. Nama kedua jenis katak itu aialah katak lumut kabut (Theloderma nebulosum) dan katak lumut jubah (Theloderma palliatum).

Nama katak pertama diambil dari habitatnya yang berkabut di dataran tinggi Kong Tum dan nama katak kedua diperoleh dari kemampuan katak mengubah warna punggungnya.

Kedua jenis katak tersebut memiliki warna dasar coklat dan ditemukan di wilayah dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Namun, jenis katak lumut kabut bisa survive hingga ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Dua katak itu mencengangkan karena ukurannya kurang dari 3 cm, atau hanya sebesar penjepit kertas.

Penemuan jenis katak ini menggembirakan sekaligus menyedihkan. Pasalnya, katak yang ditemukan mungkin sudah terancam punah meski ditemukan di zona konservasi, katak lumut jubah di Taman Nasional Bidoup Nui Ba dan katak lumut kabut di Ngoc Linh. Peneliti hanya menemukan 3 katak lumut jubah dalam 20 survei selama 3 tahun.

Jodi J.L. Rowley dari Australian Museum dalam publikasinya di jurnal Zootaxa bulan ini, seperti dikutip Mongabay (7/12/2011) mengatakan, "katak itu mungkin berada tersebar di area kecil di hutan dataran tinggi Kom Tum dan Langbian.

Karena itu, mereka terancam oleh kerusakan habitat dan koleksi yang berlebihan. Koleksi mungkin ancaman yang lebih besar, bahkan di wilayah dilindungi, sebab anggota genus katak itu populer di penangkaran."

Menurut Rowley, seperlima spesies katak dan amfibi lainnya di Asia Tenggara terancam punah. Meski demikian, kekayaan biodiversitas amfibi sebenarnya di kawasan ini belum diketahui.

Ini mengenaskan sebab ancaman perusakan hutan, perubahan iklim, polusi, perdagangan satwa dan lainnya terus berlangsung.

Secara global, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mendata bahwa 41 persen dari 7.000 jenis amfibi terancam punah. Dipercaya bahwa sejumlah 120 spesies amfibi telah punah dalam 30 tahun terakhir.

Editor : Boyozamy
Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya