Kamis, 04 Juli 2013

Kegagalan atasi kemacetan jakarta.!! Ayo bahas bersama

Kemacetan di Jakarta sudah masuk dalam tingkat yang sangat parah, ribuan kendaraan berlalu lalang di jalanan Jakarta setiap hari hal membuat macet Jakarta sekaigus menimbulkan polusi udara yang parah banyak cara yang sudah dilakukan pemerinta Jakarta untuk mengatasi macet di Jakarta namun sampai saat ini Jakarta masih terus dilanda kemacetan dan baru baru ini Guburnur baru Jakarta mau menerapkan kebijakan plat nomor kendaran ganjil dan genap untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta apakah kebijakan ini akan berhasil ? Nah berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi kemacetan di Jakarta yang belum berhasil. Ingin tahu apa aja itu simak 5 Cara Atasi Macet Jakarta Yang Gagal berikut ini seperti dikutip dari situs merdeka.com.


1. Sistem 3 in 1


Sekitar tahun 2006-an, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan sistem 3 in 1 di beberapa ruas jalanan Ibu Kota. Sistem ini diberlakukan di ruas jalan protoko yang kerap kali mengalami kemacetan di jam-jam sibuk yakni pada pagi dan sore hari.Maksud sistem ini adalah, mobil pribadi yang melintas di jalan yang memberlakukan 3 in 1 tidak boleh berpenumpang hanya satu atau dua orang. Tapi harus lebih dari tiga orang.Bagi yang kebetulan melintas di daerah yang menerapkan 3 in 1 seperti di ruas Jalan MH Thamrin atau Senayan sendirian atau hanya berdua, maka mereka harus mencari penumpang tambahan. Nah, rupanya sistem ini dimanfaatkan warga kurang mampu untuk membantu mereka yang membutuhkan penumpang tambahan selama melintas di jalur 3 in 1.



Mereka ini disebut sebagai joki 3 in 1. Biasanya mereka diberi upah Rp 5.000 sampai Rp 15.000.Seiring berjalannya waktu, kini sistem itu tak mampu mengurangi keacetan. Seperti di jalur MH Thamrin, kemacetan tetap saja terjadi di jam-jam sibuk terutama jam pulang kerja.


2. Bangun Underpass dan FlyOver


Pemprov DKI juga membangun jalan layang (flyover) atau jalan terowongan (underpass) dengan harapan memecah titik konsentrasi macet terutama di persimpangan. Seperi di perempatan Jalan Mampang, perempatan Kuningan, dan underpass Casablanca.Sayang pembangunan dengan nilai triliunan itu nyatanya tak membuat kemacetan teratasi. Volume kendaraan lebih menggila dibandingkan penambahan badan jalan itu sendiri.Kini, flyover Kuningan, flyover Mampang, dan underpass Casablanca padat kendaraan. Pemandangan itu terjadi saban hari kerja.3. Pembangunan buswayGubernur Sutiyoso kesal melihat kemacetan Jakarta yang semakin menjadi-jadi. Dia akhirnya memilih membangun proyek bus rapid transit (BRT) TransJakarta. Jalur ini dibangun dengan mengambil sisi kanan badan jalan.Hingga kini 12 koridor telah dibangun. Pembangunan jalur ini kebanyakan di kawasan yang bersinggungan dengan kemacetan di jalur arteri.Nyatanya, keberadaan bus ini juga tak bisa mengurai kemacetan. Yang terjadi malah, kendaraan pribadi menerabas jalur khusus bus berbahan bakar gas ini karena tak bisa bergerak ketika melintas di jalan regular yang padat kendaraan.


4. Sistem Contra Flow


Bukan hanya jalur regular yang mengalami macet. Di jalur tol dalam kota pun kemacetan sudah jadi pemandangan biasa. Khususnya jalur Cawang sampai Gatot Subroto.Untk mengurai antrean kendaraan, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Ditlantas Polda menerapkan sistem contra flow (lawan arus). Setiap pagi, sampai pukul 09.30 WIB jalur yang mengarah ke Cawang diambil satu jalur untuk kendaraan yang mengarah ke Gatot Subroto.Setelah lima bulan lebih diterapkan, nyatanya sistem itu tidak bisa mengurai kemacetan di jalur tol dalam kota.


5. Rekayasa lalu lintas


Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa di Traffic Light (TL) di simpangan Kuningan, TL Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Sistem ni mulai diberlakukan sejak Juni lalu. Rekayasa lalu lintas berlaku di jam-jam sibuk pagi hari sejak pukul 06.30 WIB sampai pukul 9.30 WIB.Skema rekayasa lalu lintas yang dilakukan di sekitar TL Santa, kendaraan yang datang dari arah Jalan Wijaya dan akan menuju ke Kapten Tendean, maka tidak bisa langsung berbelok ke kanan seperti sebelum-sebelumnya. Seluruh kendaraan dari arah Jalan Wijaya harus berbelok ke kiri terlebih dulu, lalu berputar balik di TL Santa lalu lurus kembali ke Tendean.Setelah TL Santa, rencananya rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan di TL Mampang.Nah itulah beberapa cara yang pernah dlakukan untuk mengatasi macet di Jakarta.





  


ane pernah study tour ke singapura gan.
ngliat jlan nya gak sebanyak di jakarta. Tapi kendaraan pada sepi jauh dari yang namanya kemacetan.



setelah ane usut usut. ternyata harga mobil disana mungkin hampir 5x lipat harga mobil disini. 

Bukti dari majalah Tempo
[spoier=harga mobil di singapura] TEMPO.CO – Sel, 5 Jun 2012TEMPO.CO, Singapura - Biaya izin kepemilikan mobil di Singapura telah naik ke tingkat tertinggi dalam 17 tahun. Akibatnya, harga sebuah sedan keluarga di Singapura setara dengan rata-rata harga rumah menengah di kawasan metropolitan Amerika Serikat.Situs iklan SGCarMart.com mencatat, dengan biaya izin SIN$ 86,889--setara US$ 67 ribu--harga sedan Passat 2012 keluaran Volkswagen AG mencapai US$ 152 ribu di Singapura. Sementara menurut data National Association of Realtors, Amerika, rata-rata harga rumah di kawasan metropolitan Amerika adalah US$ 158.100.Pada April 2012, harga izin kepemilikan mobil di Singapura yang bisa dipakai untuk membeli mobil jenis apa pun mencapai SIN$ 92.010. Rekor tertinggi pernah terjadi pada 1994 dengan biaya SIN$ 110.500.Harga izin kepemilikan yang ditentukan dalam lelang ini mencapai SIN$ 86.889 pada lelang 23 Mei lalu. Angka ini sudah melonjak dari SIN$ 8.501 tiga tahun lalu untuk izin kepemilikan mobil selama sepuluh tahun. Lelang berikutnya akan digelar pada Selasa, 5 Juni 2012.»Sistem ini bermaksud baik untuk membatasi kemacetan dan polusi, tetapi ini menaikkan harga, bahkan untuk mobil sederhana ke tingkat yang tak masuk akal," kata Vinay Mathur, seorang eksekutif senior asal Mumbai yang kini tinggal di Singapura. [/spoiler]

Jadi menurut ane, cara mengatasi kemacetan itu bukan dengan memperbanyak/memperlebar jalan atau mengatur laku lintas



tapi dengan cara mengurangi pengguna jalan itu sendiri. bagaimana cara pemerintah untuk mengurangi pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor yang tiap tahun semakin meningkat
coolcool

Masyarakat indonesia lebih tertarik dengn ini :



Daripada ini :


coba bayangkan klo dijakarta itu seperti ini:
dn.kaskus.com/images/2013/07/05/5628136_201307050842270065.png[/img]

pasti nyaman dan bebas polusi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jika agan dan aganwati mau titip komentar atau pesan dipersilahkan ya